Inflasi Tahunan Maluku September 2026 Naik Jadi 3,91 Persen

  • 01 Okt 2026 12:30 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) pada September 2026 sebesar 3,91 persen. Angka ini meningkat dibandingkan inflasi Agustus 2026 yang tercatat 3,68 persen.

Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia menjelaskan dari tiga kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Maluku, inflasi tertinggi terjadi di Kota Ambon sebesar 4,76 persen, diikuti Kota Tual 4,38 persen. Sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Maluku Tengah sebesar 2,57 persen.

“Kenaikan inflasi dipengaruhi meningkatnya indeks pada 10 kelompok pengeluaran, kenaikan tertinggi sebesar 11,62 persen, disusul kesehatan 5,61 persen. Sedangakan Sedangkan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,63 persen mengalami penurunan indeks,” ujarnya, Kamis 1 Oktober 2026.

Dirincikan, sejumlah komoditas menjadi penyumbang utama inflasi tahunan, di antaranya tarif angkutan udara, bensin, cabai merah, ikan cakalang, emas perhiasan, cabai rawit, mobil, dan sigaret kretek mesin. Komoditas lainnya yakni nasi dengan lauk, ikan layang atau momar, ikan tongkol atau komu, bahan bakar rumah tangga, serta minyak goreng.

Di sisi lain, secara bulanan atau month to month (m-to-m), Maluku mengalami deflasi sebesar 0,07 persen pada September 2026. Kondisi tersebut menunjukkan adanya penurunan harga secara umum dibandingkan bulan sebelumnya.

“Bulan sebelumnya, Maluku alami inflasi bulanan 0,81 persen,” ucapnya.

Ditambahkan, deflasi dipengaruhi turunnya harga sejumlah komoditas, seperti ikan tongkol atau komu, ikan cakalang, ikan selar atau kawalinya, ikan layang atau momar, bawang merah, kangkung, dan bawang putih. Penurunan harga juga terjadi pada tarif angkutan udara, lemon, bayam, kebutuhan mandi, pakaian, tas sekolah, hingga kentang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....