Gelar Razia Insidentil tengah Malam, Sejumlah Barang Terlarang Diamankan
- 29 Sep 2026 14:53 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID,Ambon-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon kembali memperketat keamanan dan ketertiban di lingkungan internal dengan menggelar razia atau penggeledahan insidentil pada tengah malam, Selasa 29 September 2026.
Langkah preventif ini dilakukan sebagai bentuk implementasi nyata dari program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam upaya memberantas peredaran narkoba dan pelaku penipuan dengan berbagai modus di dalam Lapas.
Razia dadakan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka.KPLP) Jefry R. Persulessy, serta didukung penuh oleh jajaran regu pengamanan yang bertugas malam itu.
Operasi senyap ini menyasar sejumlah blok hunian warga binaan, yang difokuskan pada Blok Pidana Umum Merpati, Blok Pidana Umum Nuri, serta Blok Pidana Narkoba Kakatua. Petugas menyisir setiap sudut kamar hunian secara teliti namun tetap humanis.

Dari hasil penggeledahan di blok-blok tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang terlarang yang tidak diperbolehkan berada di dalam kamar hunian, yang meliputi 2 buah handphone, 1 buah kepala charger, 1 buah headset, 1 buah kabel dan terminal colokan, 2 buah gunting, 4 buah sendok, 4 buah kabel data, 1 buah alat pemanas air listrik, 1 buah piring kaca, serta 1 buah kepala colokan. Seluruh barang hasil razia dan penggeledahan tersebut selanjutnya diinventarisir, didata dengan teliti oleh petugas, dan kemudian diagendakan untuk dimusnahkan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Ka.KPLP Lapas Ambon, Jefry Persulessy, menjelaskan bahwa razia malam ini merupakan komitmen nyata pihaknya untuk memastikan Lapas Ambon bersih dari halinar, di mana handphone dan alat-alat ilegal lainnya menjadi sasaran utama penertiban. Ia menegaskan bahwa penggeledahan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah segala potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam blok hunian.
"Razia malam ini adalah komitmen nyata kami untuk memastikan Lapas Ambon bersih dari halinar, di mana handphone dan berbagai alat ilegal lainnya menjadi sasaran utama penertiban demi menjaga situasi tetap kondusif," ujar Jefry Persulessy saat dikonfirmasi usai kegiatan.
Sementara itu, Kepala Regu Pengamanan (Karupam) Hendrik Ferdinandus mengungkapkan bahwa pelaksanaan razia tengah malam berjalan dengan lancar berkat kesigapan dan kerja sama tim pengamanan di lapangan. Menurutnya, seluruh prosedur penggeledahan telah dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP) untuk mendukung penuh arahan dari pimpinan.
"Kami bergerak secara serentak dan terukur di blok Merpati, Nuri, dan Kakatua guna memastikan instruksi pimpinan dalam membersihkan lapas dari barang terlarang berjalan optimal. Seluruh warga binaan kooperatif saat kamar mereka diperiksa oleh anggota regu, sehingga kegiatan pengamanan malam ini dapat diselesaikan dengan aman dan kondusif," tutur Hendrik Ferdinandus.
Di sisi lain, salah satu anggota jaga yang turut terjun langsung dalam penggeledahan, Hasan Wally, menceritakan pengalamannya dalam menyisir kamar hunian warga binaan di tengah malam. Ia menyampaikan bahwa jajaran petugas di lini bawah siap siaga penuh mengawal program pembersihan lapas dari berbagai potensi kejahatan.
"Meskipun dilakukan di tengah malam, kami tetap waspada dan teliti memeriksa setiap sudut kamar demi mendukung penuh pemberantasan handphone, narkoba, dan potensi penipuan di dalam. Temuan seperti kabel, pemanas air, hingga handphone langsung kami amankan agar tidak disalahgunakan," ucap Hasan Wally.
Sementara itu, Kepala Lapas Ambon, Sumarwoto Hendra Budiman, menegaskan bahwa razia insidentil ini merupakan komitmen penuh jajarannya dalam mewujudkan tata kelola pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas. Ia menyatakan bahwa penggeledahan mendadak akan terus digalakkan guna memastikan lapas benar-benar steril dari segala bentuk barang terlarang yang dapat memicu gangguan keamanan.
"Razia insidentil ini adalah langkah tegas kami dalam menindaklanjuti program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kami tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi peredaran handphone, narkoba, maupun potensi penipuan di dalam Lapas Ambon demi menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif," tegas Hendra Budiman.
Pelaksanaan razia insidentil yang selaras dengan program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ini menjadi bukti nyata keseriusan jajaran Lapas Ambon dalam menjaga integritas institusi. Dengan dilakukannya penertiban secara konsisten terhadap pemberantasan narkoba dan modus penipuan, diharapkan stabilitas keamanan di dalam lapas dapat terus terjaga serta mendukung proses pembinaan warga binaan secara optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....