BMKG Ingatkan Potensi Gelombang 2,5 Meter di Perairan Maluku
- 28 Sep 2026 21:45 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Ambon mengimbau masyarakat, khususnya pelaku pelayaran dan warga pesisir, mewaspadai potensi gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan Maluku.
Informasi tinggi gelombang tersebut berlaku mulai 29 September 2026 pukul 09.00 WIT hingga 30 September 2026 pukul 09.00 WIT. BMKG menyebut kondisi tersebut dipengaruhi pola angin di wilayah Maluku yang secara umum bergerak dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan rata-rata 4 hingga 20 knot.
Selain itu, peningkatan kecepatan angin permukaan hingga lebih dari 20 knot terpantau di Perairan Selatan Pulau Buru, Perairan Wetar, dan Laut Arafuru. Kondisi ini berpotensi meningkatkan ketinggian gelombang laut di wilayah tersebut.
Wilayah yang berpeluang mengalami gelombang sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter meliputi Perairan Kepulauan Kei, Perairan Selatan Kepulauan Aru, Perairan Barat dan Timur Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Babar, Perairan Kepulauan Sermata–Kepulauan Leti, Perairan Wetar, serta Laut Arafuru bagian barat dan tengah.
BMKG juga mengingatkan adanya risiko keselamatan pelayaran. Perahu nelayan perlu mewaspadai kondisi ketika kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Sementara kapal tongkang perlu memperhatikan kondisi angin lebih dari 16 knot dan gelombang di atas 1,5 meter.
Untuk kapal ferry, BMKG menetapkan perhatian khusus ketika kecepatan angin lebih dari 21 knot dan gelombang di atas 2,5 meter. Sedangkan kapal berukuran besar, seperti kapal kargo dan kapal pesiar, perlu mewaspadai angin lebih dari 27 knot dan gelombang di atas 4 meter.
BMKG meminta masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di wilayah pesisir sekitar area yang berpotensi mengalami gelombang tinggi agar tetap waspada terhadap kondisi cuaca dan laut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....