Gelombang 2,5 Meter Berpeluang Terjadi di Perairan Maluku
- 19 Sep 2026 17:17 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Sejumlah wilayah perairan Maluku berpeluang mengalami gelombang laut dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter pada 20 hingga 21 September 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi peningkatan kecepatan angin permukaan di sejumlah wilayah perairan Maluku.
Berdasarkan informasi tinggi gelombang Stasiun Meteorologi Maritim Yos Soedarso Ambon, pola angin di wilayah Maluku umumnya bergerak dari arah Timur hingga Selatan dengan kecepatan rata-rata 6 sampai 20 knot.
Prakiraan BMKG Ndaru Pratomo menyebutkan, peningkatan kecepatan angin permukaan hingga 25 knot terpantau di Perairan Pulau Buru, Laut Banda, Perairan Kepulauan Kai, Perairan Kepulauan Aru dan Laut Arafuru. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian gelombang laut di wilayah perairan tersebut.
Wilayah yang berpeluang mengalami gelombang 1,25 hingga 2,5 meter antara lain Perairan Utara dan Selatan Pulau Buru, Perairan Seram Bagian Barat, Perairan Pulau Ambon dan Pulau Lease, Kepulauan Banda Neira, Kepulauan Kai, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Babar, Kepulauan Sermata-Leti, Perairan Wetar, Laut Banda serta Laut Arafuru bagian barat dan tengah.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Yos Soedarso Ambon, Ndaru Pratomo, mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan risiko keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan dan kapal yang beraktivitas di wilayah dengan potensi gelombang tinggi.
BMKG menyebutkan, perahu nelayan perlu mewaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Sementara kapal tongkang perlu mewaspadai angin lebih dari 16 knot dan gelombang di atas 1,5 meter.
BMKG juga mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir sekitar wilayah yang berpeluang mengalami gelombang tinggi agar tetap waspada terhadap kondisi laut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....