Pemkot Ambon Siapkan Armada Kecil Atasi Sampah Sulit Terjangkau

  • 22 Sep 2026 15:46 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) menyiapkan sembilan unit mobil angkut sampah berukuran kecil untuk memperluas pelayanan kebersihan, khususnya ke kawasan yang selama ini sulit dijangkau kendaraan pengangkut berukuran besar. Kepala DLHP Kota Ambon, Apries B. Gaspersz, mengatakan penambahan armada kecil tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki layanan persampahan di berbagai wilayah Kota Ambon.

“Nanti ke depan pasti ada penambahan mobil angkutan sampah berukuran kecil agar dia bisa melayani kawasan yang aksesnya sulit,” kata Apries.

Menurut Apries, pembenahan pengelolaan sampah tidak hanya berhenti pada penambahan armada. Pemkot juga tengah menyelesaikan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Toisapu yang ditargetkan rampung Desember 2026.

Di TPST tersebut akan tersedia fasilitas Material Recovery Facility (MRF) dan Refuse Derived Fuel (RDF). Pemkot menargetkan sampah tidak lagi sekadar ditimbun, tetapi dipilah dan diolah sehingga sebagian materialnya dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai ekonomi.

Konsep MRF dan RDF ini sebelumnya juga menjadi bagian dari rencana aksi Pemkot Ambon dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Data Pemkot Ambon menunjukkan persoalan persampahan masih menjadi pekerjaan besar. Rata-rata sampah yang tertangani mencapai 176,43 ton per hari. Dalam penilaian kinerja pengelolaan sampah tahun 2025, Kota Ambon memperoleh skor 45,80 dan masuk kategori “Dalam Pembinaan”.

Apries menegaskan, peningkatan armada dan fasilitas pengolahan sampah harus berjalan beriringan dengan kesadaran masyarakat. Ia meminta warga tidak membuang sampah setelah petugas melakukan pengangkutan karena dapat menyebabkan penumpukan kembali dan mengganggu kebersihan lingkungan.

“Penanganan sampah pasti ada kendala. Tapi saya minta kesadaran warga, kalau misalnya pagi itu petugas sudah angkut, tolong jam 7 jangan lagi buang sampah,” tegasnya.

Ia berharap setelah pemerintah memenuhi kebutuhan infrastruktur dan pelayanan persampahan, masyarakat juga menjalankan kewajibannya dengan membuang sampah sesuai waktu dan tempat yang telah ditentukan. Menurutnya, kebersihan Kota Ambon tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi membutuhkan keterlibatan warga agar kota tetap bersih, sehat dan nyaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....