BMKG Prakirakan Cuaca Banda Neira Cerah Berawan hingga 11 September
- 09 Sep 2026 01:58 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Wisatawan yang berencana berlibur ke Kepulauan Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, perlu memperhatikan kondisi cuaca maritim dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan prakiraan cuaca maritim yang dikeluarkan Stasiun Meteorologi Maritim Ambon BMKG, kondisi perairan Kepulauan Banda Neira pada 9 hingga 11 September 2026 diprakirakan didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan tebal.
Pada Rabu, 9 September, suhu udara berkisar 25–26 derajat Celsius dengan kelembapan sekitar 73–80 persen. Kondisi perairan diprakirakan relatif tenang, dengan tinggi gelombang sekitar 0,1 hingga 0,5 meter.
Memasuki Kamis, 10 September, kondisi cuaca diprakirakan berawan dengan suhu sekitar 26 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 81 persen. Tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter, sehingga wisatawan yang menggunakan transportasi laut tetap perlu memperhatikan perkembangan cuaca.
| Baca juga: Warga Pulau Ay Beli Air ke Banda Neira |
Sementara pada Jumat, 11 September, BMKG memprakirakan kondisi berawan tebal, dengan suhu minimum sekitar 26 derajat Celsius dan maksimum 27 derajat Celsius. Tinggi gelombang berpotensi meningkat hingga 1,25–2,5 meter.
Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus bagi wisatawan yang hendak melakukan perjalanan menggunakan kapal menuju maupun keluar dari Banda Neira, khususnya pada 11 September. Wisatawan disarankan memastikan informasi cuaca dan kondisi pelayaran sebelum berangkat.
Meski demikian, prakiraan cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, wisatawan yang ingin menikmati destinasi wisata Banda Neira seperti wisata bahari, pantai, maupun aktivitas di kawasan kepulauan, sebaiknya menyesuaikan agenda dengan kondisi cuaca terbaru.
BMKG juga mencatat arah angin dan arus dapat mengalami perubahan selama periode prakiraan. Untuk aktivitas wisata laut, kehati-hatian tetap diperlukan, terutama ketika terjadi peningkatan tinggi gelombang dan kecepatan angin.
Bagi wisatawan, 9–10 September relatif lebih mendukung untuk aktivitas wisata bahari berdasarkan tinggi gelombang yang diprakirakan lebih rendah, sedangkan perjalanan laut pada 11 September perlu mendapat perhatian lebih karena potensi gelombang mencapai 1,25–2,5 meter.
Wisatawan dapat terus memantau informasi resmi BMKG dan operator transportasi laut sebelum melakukan perjalanan, serta mengutamakan keselamatan apabila kondisi perairan memburuk.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....