Perahu Bocor di Laut Aru, Tiga Korban Dievakuasi

  • 09 Sep 2026 01:56 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon: Tim SAR Gabungan berhasil menyelamatkan tiga warga asal Desa Serwatu, Kabupaten Kepulauan Aru, yang sempat hilang usai longboat yang mereka tumpangi mengalami mati mesin dan bocor. Peristiwa itu terjadi di perairan Pulau Maikoor, pada Senin, 7 September 2026

Informasi mengenai kondisi membahayakan jiwa manusia ini pertama kali diterima dari warga bernama Yosilabok pada pukul 07.30 WIT. Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Siaga SAR (USS) Dobo bersama Lanal Aru langsung mengarahkan personel menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 23 mil laut.

Proses pencarian berlangsung hingga malam hari akibat terkendala jarak yang jauh dan minimnya jaringan komunikasi. Pada pukul 21.35 WIT, Tim SAR Gabungan menerima laporan terbaru dari pihak keluarga bahwa ketiga korban berada di pesisir pantai Pulau Fatujuring dan membutuhkan evakuasi karena perahu mereka mengalami kebocoran.

Koordinator USS Dobo, Glenn Tehupuring, menjelaskan bahwa tim segera bergerak ke lokasi tersebut dengan tetap memprioritaskan keselamatan di tengah terbatasnya jarak pandang malam hari.

"Pada akhirnya ketiga korban berhasil ditemukan pada pukul 22.45 WIT di sekitar Pulau Fatujuring dalam keadaan selamat," kata Gleen, Selasa, 8 September 2026

Ketiga korban langsung dievakuasi menuju Kota Dobo dan tiba di Pelabuhan Dobo pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 01.00 WIT untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Berdasarkan data tim SAR, ketiga korban tersebut adalah, Derek Kristian Apalem (53/L), Daut James Apalem (20/L) dan Korinus Siarukin (25/L).

Sebelumnya, ketiga korban berangkat dari Desa Serwatu menuju Kota Dobo pada Minggu (6/9/2026) pukul 11.00 WIT. Namun, sekitar pukul 15.00 WIT, mesin perahu mereka mati hingga terombang-ambing di Perairan Pulau Maikoor.

Operasi penyelamatan ini melibatkan unsur gabungan dari USS Dobo, Lanal Aru, serta masyarakat setempat dengan mengoperasikan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dan truk personel. Operasi berlangsung di tengah kondisi cuaca berawan dengan kecepatan angin mencapai 23 knots dan tinggi gelombang 1,25 meter.

Dengan ditemukannya seluruh korban dalam keadaan selamat, Operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....