Puluhan Tahun Minim Bantuan, MTs NU Laa’la Jadi Sorotan DPR RI

  • 13 Sep 2026 19:27 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Maluku, Alimudin Kolatlena, mengaku terkejut setelah melihat langsung kondisi bangunan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nahdatul Ulama Laa’la di Dusun Laa’la, Maluku, Minggu, 13 September 2026.

Alimudin mengatakan, dirinya sudah beberapa kali mengunjungi Dusun Laa’la. Namun, setiap kali berkunjung, dirinya belum pernah mendapatkan informasi mengenai kondisi bangunan sekolah yang dinilai masih membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah.

“Saya sudah beberapa kali datang ke Dusun Laa’la dan belum diberitahu soal kondisi sekolah ini. Setelah melihat langsung kondisinya, saya merasa prihatin,” ujar Alimudin.

Ia menegaskan akan berupaya memperjuangkan pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana MTs Nahdatul Ulama Laa’la melalui kapasitasnya sebagai anggota DPR RI yang mewakili masyarakat Maluku.

“Insya Allah saya akan perjuangkan, karena setiap anak-anak yang sekolah di sini harus mendapat hak yang sama dalam mengakses pendidikan,” katanya.

Sementara itu, Kepala MTs Nahdatul Ulama Laa’la, Ahmad Rumain, mengatakan bahwa sekolah tersebut didirikan pada 2014. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2016, MTs Nahdatul Ulama Laa’la baru memperoleh izin operasional dari Kementerian Agama.

“Sekolah ini didirikan pada tahun 2014. Kemudian pada tahun 2016 baru mendapatkan izin operasional dari Kementerian Agama,” kata Ahmad saat ditemui di sekolah tersebut.

Menurut Ahmad, sejak awal berdiri, pembangunan sekolah dilakukan secara swadaya oleh masyarakat Dusun Laa’la. Masyarakat secara bersama-sama berupaya membangun dan memenuhi kebutuhan sekolah meskipun dengan keterbatasan yang ada.

“Sejak awal berdiri, pembangunan sekolah ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat Dusun Laa’la. Jadi masyarakat yang bersama-sama membantu membangun sekolah ini,” ujarnya.

Ahmad juga menyebut salah satu pihak yang memberikan dukungan besar terhadap pembangunan MTs Nahdatul Ulama Laa’la adalah Husein Rumain, Kabag Umum UIN Amsa.

Lebih lanjut, Ahmad mengungkapkan bahwa sejak sekolah tersebut didirikan hingga saat ini, pihaknya belum mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

“Kalau bantuan dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, sejak sekolah ini didirikan sampai sekarang kami belum pernah mendapatkannya,” kata Ahmad.

Ia berharap kondisi tersebut mendapat perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait. Menurutnya, dukungan terhadap sarana dan prasarana sekolah sangat dibutuhkan untuk menunjang proses pendidikan bagi para siswa.

“Kami berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah, karena sekolah ini juga merupakan tempat anak-anak mendapatkan pendidikan. Kami ingin agar mereka bisa belajar dengan fasilitas yang lebih layak,” ucapnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian setelah Alimudin Kulatlena melihat langsung keadaan sekolah. Ia pun menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan pembangunan serta sarana dan prasarana MTs Nahdatul Ulama Laa’la agar para siswa di sekolah tersebut dapat memperoleh fasilitas pendidikan yang layak.

Upaya tersebut diharapkan dapat membuka perhatian pemerintah terhadap kondisi sekolah yang selama ini mengandalkan pembangunan secara swadaya masyarakat sejak pertama kali didirikan pada 2014.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....