Layanan Jasa Cuci Kendaraan untuk Umum ada di Lapas Ambon
- 11 Sep 2026 11:37 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Inovasi pembinaan kemandirian kembali dihadirkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon. Kali ini, Lapas Ambon membuka fasilitas layanan jasa pencucian kendaraan bermotor yang berlokasi di halaman depan kantor dan dibuka secara terbuka untuk masyarakat umum, Kamis 10 September 2026.
Program anyar ini dirancang sebagai wadah pembinaan kepribadian dan keterampilan kerja bagi warga binaan. Melalui kegiatan ini, para warga binaan yang terpilih dilatih langsung untuk menguasai teknik pencucian kendaraan secara profesional, mulai dari tahap penyemprotan awal untuk melunakkan kotoran, pengaplikasian sampo khusus kendaraan secara merata, pembersihan detail pada bagian bodi dan velg, proses pengeringan menggunakan lap mikrofiber, hingga tahap pengaplikasian cairan kilap untuk mengembalikan kilau sempurna pada bodi dan ban kendaraan agar tampak seperti baru.
Setiap layanan jasa pencucian kendaraan yang dikerjakan oleh warga binaan ini tidak hanya berorientasi pada kemandirian, tetapi juga dikelola secara akuntabel. Hasil pendapatan dari jasa pencucian kendaraan tersebut nantinya akan disetorkan sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta diberikan premi atau upah kerja kepada warga binaan yang terlibat sebagai bentuk apresiasi atas keterampilan dan kerja keras mereka.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Ambon, Zulkipli Salampessy, yang memegang kendali langsung atas pengawasan program pembinaan tersebut menjelaskan bahwa seluruh warga binaan yang dilibatkan dalam layanan cuci kendaraan ini telah melalui proses seleksi dan pelatihan singkat agar standar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga dengan baik. Ia menilai program ini menjadi sarana pembinaan yang efektif untuk mengasah kedisiplinan kerja warga binaan.
"Kami pastikan setiap proses pencucian dikerjakan dengan teliti dan profesional. Kehadiran fasilitas cuci kendaraan ini juga menjadi sarana pembinaan luar tembok yang positif bagi warga binaan untuk menguji mental kerja mereka," ujar Zulkipli Salampessy.
Sementara itu, salah satu warga binaan yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut, berinisial DL, mengaku sangat bersyukur dan antusias mendapatkan kesempatan untuk ikut serta dalam program pembinaan keterampilan ini. Ia merasa senang karena hari-harinya diisi dengan kegiatan yang produktif serta mendatangkan manfaat ekonomi berupa premi.
"Saya sangat berterima kasih kepada jajaran Lapas Ambon yang telah mempercayakan kami untuk mengelola tempat cuci kendaraan bermotor ini. Selain mendapat keahlian baru, kami juga senang bisa menghasilkan premi dari hasil kerja keras kami sendiri," tutur DL.
Antusiasme tinggi turut dirasakan oleh masyarakat luas, salah satunya Glen Pattiasina, seorang warga yang datang langsung untuk memanfaatkan jasa pencucian kendaraan di Lapas Ambon. Ia mengaku kagum dengan inovasi yang dihadirkan oleh lapas karena tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat, tetapi juga bentuk nyata pemberdayaan warga binaan.
"Pelayanannya sangat ramah, cepat, dan hasilnya juga bersih memuaskan. Langkah Lapas Ambon membuka layanan cuci kendaraan untuk umum ini sangat luar biasa karena bisa menjadi wadah positif bagi warga binaan untuk belajar mandiri," ujar Glen Pattiasina.
Menanggapi inovasi tersebut, Kepala Lapas Ambon, Sumarwoto Hendra Budiman, menyampaikan bahwa pembukaan layanan cuci kendaraan ini merupakan wujud nyata komitmen lapas dalam mengoptimalkan fungsi pembinaan kemandirian berbasis produktivitas. Ia berharap program ini mampu memberikan bekal keahlian yang berguna bagi warga binaan sebagai bekal kembali ke tengah masyarakat nantinya.
"Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan praktis yang bernilai ekonomis selama menjalani masa pidana. Selain mendukung target PNBP, program ini juga melatih mereka menjadi tenaga kerja yang disiplin dan siap mandiri setelah bebas nanti,"ungkap Hendra Budiman.
Melalui kehadiran layanan pencucian kendaraan bermotor yang terbuka untuk umum ini, Lapas Ambon optimis dapat terus mencetak warga binaan yang terampil, produktif, serta siap berintegrasi secara positif dengan masyarakat luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....