Aplikasi MyCargo Perkuat Layanan Logistik Digital PELNI Ambon
- 23 Jul 2026 10:29 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Aplikasi MyCargo menjadi bagian penting dalam transformasi digital layanan logistik PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Ambon. Melalui aplikasi tersebut, proses pemesanan atau booking muatan kini dilakukan secara elektronik untuk memberikan kemudahan, kecepatan, dan transparansi bagi pengguna jasa.
Kepala Cabang PT PELNI Ambon Ridwan Mandaliko mengatakan seluruh proses reservasi muatan dilakukan melalui MyCargo sebagai sistem utama layanan logistik PELNI. Sementara kegiatan bongkar muat di pelabuhan tetap dilaksanakan oleh PT Sarana Bandar Nasional (SBN) berdasarkan Surat Perintah Bongkar Muat (SPBM) yang diterbitkan PELNI.
"Setelah data diverifikasi dan pembayaran dikonfirmasi, barulah kami menerbitkan SPBM kepada SBN untuk melaksanakan proses bongkar muat di pelabuhan," ujar Ridwan.
Menurutnya, kehadiran MyCargo membuat alur pengiriman barang menjadi lebih praktis karena pelanggan dapat melakukan pemesanan dengan mengisi tujuan pengiriman serta jenis barang yang akan dikirim. Setelah proses verifikasi oleh petugas PELNI, pelanggan akan menerima informasi biaya pengiriman sebelum melakukan pembayaran.
"Kalau pembayaran sudah masuk dan terverifikasi, baru kami menerbitkan perintah kepada SBN untuk melakukan proses bongkar muat. Jadi seluruh administrasi dan booking tetap berada di PELNI," jelasnya.
Selain layanan muatan reguler, PELNI Ambon juga menghadirkan layanan redpack bagi masyarakat yang membutuhkan pengiriman barang dalam skala kecil. Layanan ini menerapkan sistem perhitungan berdasarkan berat barang dengan ketentuan minimal pengiriman tiga kilogram.
"Layanan redpack diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin mengirim barang dengan perhitungan berdasarkan berat. Kalau berat barang empat kilogram, dihitung empat kilogram, begitu juga lima kilogram dihitung sesuai beratnya," kata Ridwan.
Digitalisasi melalui MyCargo menjadi upaya PELNI dalam meningkatkan kualitas pelayanan logistik agar lebih efisien dan mudah dijangkau masyarakat. Seluruh tahapan layanan, mulai dari reservasi, verifikasi, pembayaran hingga penerbitan dokumen pengiriman, kini dapat dilakukan melalui sistem digital.
"Transformasi ini kami lakukan agar pelayanan logistik menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....