Gubernur Maluku: 11 Tahun Perjuangan, Gereja Getsemani Jadi Simbol Persaudaraan

  • 30 Agt 2026 23:00 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Piru — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyebut peresmian dan pentahbisan Gedung Gereja Jemaat GPM Getsemani di Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), sebagai momentum penting yang merefleksikan ketekunan, iman, dan persaudaraan masyarakat. Gedung gereja tersebut dibangun melalui perjuangan selama 11 tahun sejak 5 Agustus 2015.

Pernyataan itu disampaikan Lewerissa saat menghadiri peresmian dan pentahbisan Gedung Gereja GPM Getsemani, Minggu (30/8/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, Ketua Sinode GPM Maluku Pdt. S. I. Sapulette, jajaran Forkopimda, pimpinan TNI/Polri, tokoh agama, Majelis Jemaat, serta sekitar 500 tamu undangan.

Menurut Lewerissa, perjalanan panjang pembangunan gedung gereja menjadi gambaran tentang ketekunan jemaat dalam mempertahankan harapan hingga akhirnya pembangunan dapat diselesaikan. Ia berharap kemegahan gedung baru tersebut tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga diikuti dengan semakin kuatnya kehidupan iman dan persekutuan jemaat.

"Nama Getsemani mengajarkan kita tentang iman yang berdoa dan berjuang—tetap percaya meski berat dan tidak menyerah dalam ujian," kata Lewerissa dalam sambutannya.

Gubernur juga menyoroti fakta bahwa Gedung Gereja GPM Getsemani berdiri di atas tanah milik TNI AD. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti nyata adanya sinergi dan toleransi dalam kehidupan masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan dapat dilakukan melalui semangat kebersamaan tanpa membedakan kelompok.

Ia kemudian mengajak masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan di Maluku. "Lewat semangat 'Par Maluku Pung Bae', mari kita jaga persaudaraan satu di Bumi Saka Mese Nusa. Makin indah gedung gereja ini, harus makin erat pula persekutuan kita," ujarnya.

Selain berbicara mengenai iman dan persaudaraan, Lewerissa mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Ia meminta warga tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan serta tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran.

Gubernur meminta masyarakat segera melaporkan kepada aparat TNI/Polri apabila menemukan titik api. Ia menilai kepedulian masyarakat terhadap lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga keamanan dan kelestarian wilayah. Peresmian dan pentahbisan Gedung Gereja GPM Getsemani kemudian ditutup dengan doa syukur dan berakhir sekitar pukul 13.30 WIT dalam suasana aman, khidmat, dan lancar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....