Lapas Wahai Doa Bersama Lintas Agama Mohon Keselamatan

  • 29 Agt 2026 13:15 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID,Ambon- Banjir bandang hebat yang melanda sejumlah wilayah di Nepal dan China memicu rasa empati sekaligus kewaspadaan di berbagai belahan dunia, tak terkecuali Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai. Sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya spiritual memohon keselamatan, Lapas Wahai menggelar rangkaian kegiatan doa bersama yang melibatkan seluruh Warga Binaan.

Kegiatan diawali oleh Warga Binaan yang beragama Islam melalui gelaran Yasinan dan doa bersama pada Kamis 27 Agustus 2026, malam di Masjid At-Taubah Lapas Wahai. Suasana khusyuk terasa saat jajaran pejabat struktural, petugas, serta Warga Binaan melantunkan ayat-ayat suci Alquran dan doa selamat.

Tak berhenti di situ, toleransi dan kepedulian antarumat beragama kembali ditunjukkan pada Jumat 28 Agustus 2026. Warga Binaan yang beragama Kristen turut melaksanakan ibadah dan doa bersama secara virtual dengan Yayasan Cahaya Kasih. Berlangsung penuh hikmat, ibadah virtual ini diikuti oleh para petugas dan Warga Binaan Kristiani untuk memanjatkan doa syafaat bagi para korban bencana serta memohon perlindungan dari segala marabahaya.

Kepala Lapas (Kalapas) Wahai, Tersih Victor Noya, mengatakan bahwa kegiatan spiritual melintasi batas keagamaan ini merupakan bentuk ikhtiar bersama seluruh jajaran dan Warga Binaan.

"Kami menyaksikan melalui pemberitaan betapa dahsyatnya bencana alam yang menimpa saudara-saudara kita di Nepal dan China. Kegiatan doa bersama baik Yasinan maupun ibadah virtual bukan hanya bentuk empati kosmik kita sebagai sesama manusia, tetapi juga ikhtiar spiritual. Kami mengetuk pintu langit agar bumi ini ditenangkan, dan Lapas Wahai beserta seluruh masyarakat Maluku senantiasa dilindungi dari segala bentuk marabahaya dan bencana alam," ungkap Tersih.

Senada, Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, mengatakan bahwa pendekatan keagamaan ini menjadi bagian penting dalam pembinaan mental dan kepribadian seluruh Warga Binaan tanpa terkecuali.

"Pembinaan kepribadian melalui pendekatan keagamaan adalah fondasi penting di Lapas Wahai. Kami mengarahkan rasa kemanusiaan para Warga Binaan untuk ikut mendoakan dunia yang sedang berduka. Melalui doa dan ibadah ini, kami berharap dapat mempertebal keimanan sekaligus menanamkan rasa syukur karena kami diberikan keselamatan dan kesehatan di sini," ucap La Joi.

Salah satu Warga Binaan, HB, turut mengungkap perasaannya usai mengikuti rangkaian doa keselamatan tersebut.

"Mendengar berita tentang gempa dan banjir di luar negeri membuat kami sadar betapa kecilnya manusia di hadapan takdir. Kami ikut sedih melihat banyak korban jiwa. Kami berdoa bersama dengan ikhlas, memohon kepada Tuhan agar daerah kita di Wahai dijauhkan dari bencana, dan keluarga kami di rumah juga selalu dalam lindungan-Nya," tutur HB.

Rangkaian kegiatan spiritual yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa keselamatan bersama, menciptakan atmosfer yang menyentuh, harmonis, dan penuh ketenangan di area hunian Lapas Kelas III Wahai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....