Kondisi Tanah di Maluku Mengering, BMKG Ingatkan Lapisan Permukaan Mudah Terbakar
- 27 Agt 2026 13:04 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Kondisi tanah di Provinsi Maluku saat ini menunjukkan tingkat kekeringan yang mengkhawatirkan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon mengeluarkan peringatan bahwa lapisan permukaan dan menengah tanah telah memasuki fase yang memicu kemudahan terbakar.
Berdasarkan rilis BMKG tanggal 27 Agustus 2026, indeks Fine Fuel Moisture Code (FFMC) yang mengukur tingkat kekeringan bahan-bahan ringan mudah terbakar di lapisan atas permukaan tanah, berada pada rentang kategori Aman (Low) hingga Sangat Mudah (Very High).
Dijelaskan dalam dokumen tersebut, FFMC mewakili tingkat kekeringan bahan-bahan ringan mudah terbakar seperti humus permukaan, sampah dedaunan kering, alang-alang, dan bahan ringan lain yang biasanya menutupi lantai hutan pada kedalaman 1-2 cm.
Sementara indeks Duff Moisture Code (DMC) untuk lapisan organik menengah pada kedalaman 5-10 cm, berada pada kategori Tidak Mudah (Moderate) hingga Sangat Mudah (Very High). DMC menunjukkan tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran pada bahan organik di lapisan menengah permukaan tanah dan bahan-bahan kayu ringan seperti ranting-ranting kecil dan semak belukar berkayu di permukaan tanah.
BMKG menyatakan bahwa produk SPARTAN ini bersumber dari data pengamatan dan model prakiraan cuaca sebagai referensi mitigasi. Pengguna disarankan untuk melihat perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan terkini untuk menentukan potensi kebakaran di wilayah masing-masing.
Masyarakat yang tinggal di dekat kawasan hutan diminta untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....