Lewat Pelatihan Pengelolaan Sampah, Polda Maluku Dorong Polisi Sadar Lingkungan

  • 20 Agt 2026 19:18 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Direktorat Samapta Korsabhara Polda Maluku memperkuat peran kepolisian dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap kebersihan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan melalui Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Lakpona Maili Eco-Friendly, Jalan Sirimau Bere-Bere RT 001/RW 05, Kelurahan Batu Meja, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIT tersebut menjadi tindak lanjut Kolaborasi Gerakan Lingkungan Berkelanjutan yang sebelumnya mempertemukan pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi kepemudaan, komunitas, dan masyarakat di Kota Ambon.

Pelatihan melibatkan Ditsamapta Korsabhara Polda Maluku, PPI Dunia Kawasan Amerika–Eropa, Kawan Alam Indonesia, KKA Lingkungan Hidup GPM, Angkatan Muda Ranting Anugrah Getsemani, Mama Sadar Lingkungan (Madaling), dan Guru Sadar Lingkungan (Gudarling).

Kegiatan berlangsung di Lakpona Maili Eco-Friendly, ruang edukasi lingkungan milik Wutmaili Romuty atau yang akrab disapa Pak Uce, pegiat lingkungan asal Ambon sekaligus peraih Kalpataru kategori Lestari 2026.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, kepolisian, komunitas lingkungan, lembaga pendidikan, gereja, keluarga, pemuda, dan masyarakat dinilai memiliki peran dalam membangun kebiasaan baru yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Dorong Gagasan Polisi Sadar Lingkungan

Keterlibatan Ditsamapta Korsabhara Polda Maluku dalam pelatihan tersebut menjadi momentum untuk mendorong gagasan Polisi Sadar Lingkungan atau Podarling.

Gagasan ini diarahkan agar kepolisian tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi turut mengambil bagian dalam edukasi, pencegahan, serta aksi nyata menjaga lingkungan.

Bagi kepolisian, persoalan lingkungan memiliki keterkaitan dengan keamanan, ketertiban, kenyamanan, dan kualitas kehidupan masyarakat.

Brigpol Iskandar Lallo, Bintara Ditsamapta Polda Maluku, mengatakan menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

“Kesadaran lingkungan juga berkaitan dengan ketertiban masyarakat. Karena itu, kami dari kepolisian mendukung kegiatan seperti ini. Edukasi dan pencegahan perlu dilakukan bersama agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan dan mematuhi aturan yang ada.”

Menurut Iskandar, penanganan persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan penegakan aturan. Perubahan perilaku masyarakat perlu dibangun melalui edukasi dan keteladanan secara berkelanjutan.

“Penegakan aturan penting, tetapi membangun kesadaran masyarakat jauh lebih penting untuk jangka panjang. Ketika masyarakat sudah sadar, maka lingkungan akan lebih mudah dijaga bersama.”

Ia menambahkan, semangat Podarling diharapkan menjadi pendekatan yang membuat personel kepolisian semakin dekat dengan masyarakat dalam menangani persoalan lingkungan.

“Polisi tidak hanya hadir ketika ada persoalan. Kami juga ingin hadir dalam upaya pencegahan dan edukasi. Lingkungan yang bersih dan tertib tentu akan menciptakan masyarakat yang lebih nyaman.”

Kawan Alam: Podarling Harus Tumbuh dari Kolaborasi

Co-Founder Kawan Alam Indonesia, Wanda Syahputra, menyambut positif keterlibatan Ditsamapta Korsabhara Polda Maluku dalam pelatihan pengelolaan sampah berbasis sumber.

Menurut Wanda, kehadiran kepolisian dalam kegiatan lingkungan memiliki nilai strategis karena dapat memperluas pesan kesadaran lingkungan kepada masyarakat.

“Kami melihat kepolisian memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun kesadaran masyarakat. Ketika polisi ikut turun, belajar, berdiskusi, dan bergerak bersama masyarakat, pesan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama akan semakin kuat.”

Wanda mengatakan konsep Podarling tidak harus dimaknai sebagai program seremonial, tetapi sebagai perubahan cara pandang bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Kalau kita bicara Polisi Sadar Lingkungan, maka semangatnya adalah bagaimana polisi juga menjadi bagian dari solusi. Mulai dari memberikan edukasi, menjadi contoh, mengajak masyarakat memilah sampah, sampai terlibat dalam aksi-aksi lingkungan.”

Ia menilai kolaborasi dengan komunitas gereja, guru, mama, dan pemuda penting karena kelompok-kelompok tersebut memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.

“Polisi punya peran, guru punya peran, mama-mama punya peran, gereja punya peran, pemuda juga punya peran. Kalau semuanya bergerak dalam satu semangat, maka gerakan sadar lingkungan akan jauh lebih besar dan berkelanjutan.”

Menurutnya, Kawan Alam Indonesia siap terus membuka ruang kolaborasi untuk memperkuat gerakan lingkungan di Maluku.

Pak Uce: Jangan Tunggu Sampah Menjadi Masalah

Sementara itu, Wutmaili Romuty atau Pak Uce, pemilik Lakpona Maili Eco-Friendly sekaligus peraih Kalpataru kategori Lestari 2026, menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam menangani persoalan sampah.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa sampah yang dihasilkan merupakan bagian dari tanggung jawab setiap individu.

“Sampah jangan hanya dilihat sebagai sesuatu yang harus dibuang. Kita harus belajar memilah, mengelola, dan memanfaatkan kembali apa yang masih memiliki nilai. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat memiliki kesadaran bahwa sampah yang kita hasilkan merupakan tanggung jawab kita.”

Pak Uce menjelaskan, pengelolaan sampah berbasis sumber dapat dimulai dari hal sederhana, terutama dari rumah dan lingkungan terdekat.

“Jangan tunggu sampah menjadi masalah baru kita bergerak. Dari rumah kita sudah bisa memilah. Mana yang organik, mana yang anorganik, mana yang bisa digunakan kembali, dan mana yang memang harus dibuang.”

Ia berharap keterlibatan kepolisian, pemuda, guru, mama-mama, komunitas gereja, dan berbagai unsur masyarakat dapat memperluas edukasi lingkungan.

“Kalau semua kelompok sadar dan mau bergerak, kita tidak akan kesulitan menjaga lingkungan. Yang kita perlukan adalah kebiasaan dan konsistensi.”

Lakpona Maili Jadi Ruang Belajar Bersama

Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana ruang berbasis masyarakat dapat menjadi pusat edukasi lingkungan.

Lakpona Maili Eco-Friendly menjadi salah satu contoh bahwa gerakan menjaga lingkungan dapat dimulai dari lingkungan sederhana dan dikembangkan menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat.

Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat pengelolaan sampah berbasis sumber, yakni sampah mulai dipilah dan dikelola sejak dari tempat pertama sampah dihasilkan.

Keterlibatan Mama Sadar Lingkungan (Madaling) diharapkan memperkuat praktik pengelolaan sampah di tingkat keluarga. Sementara Guru Sadar Lingkungan (Gudarling) dapat membawa pengetahuan tersebut ke lingkungan sekolah.

Di sisi lain, KKA Lingkungan Hidup GPM dan Angkatan Muda Ranting Anugrah Getsemani menunjukkan bahwa lembaga keagamaan dan generasi muda juga dapat menjadi penggerak perubahan perilaku di tengah masyarakat.

Menuju Podarling Berkelanjutan

Bagi Ditsamapta Korsabhara Polda Maluku, kegiatan di Lakpona Maili Eco-Friendly menjadi salah satu momentum untuk memperkuat gagasan Polisi Sadar Lingkungan (Podarling).

Semangat tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi berkembang menjadi gerakan yang melibatkan personel kepolisian bersama masyarakat dalam berbagai aksi edukasi, kampanye kebersihan, pengelolaan sampah, konservasi, dan kegiatan lingkungan lainnya.

Kolaborasi dengan Kawan Alam Indonesia dan PPI Dunia Kawasan Amerika–Eropa juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan kekuatan kepolisian, organisasi masyarakat, diaspora, komunitas, lembaga keagamaan, dunia pendidikan, dan generasi muda dalam satu gerakan lingkungan.

Dengan kolaborasi lintas sektor tersebut, gerakan sadar lingkungan di Maluku diharapkan tidak hanya menghasilkan perubahan dalam pengelolaan sampah, tetapi juga membangun budaya hidup bersih, tertib, dan berkelanjutan di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....