Ubah Lahan Tidur Jadi Produktif,Lapas Ambon Panen 30 Ikat Kacang Panjang
- 19 Agt 2026 12:30 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID,Ambon-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon kembali menunjukkan keberhasilan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Melalui pemanfaatan lahan tidur (idle) di lingkungan lapas, jajaran Lapas Ambon sukses memanen sebanyak 30 ikat kacang panjang hasil dari kerja keras para warga binaan, Rabu 19 Agustus 2026.
Kegiatan pertanian ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang rutin diberikan kepada warga binaan agar memiliki keahlian dan produktivitas selama menjalani masa pidana. Selain itu, langkah pemanfaatan lahan kosong ini juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mewujudkan kemandirian pangan melalui sektor pertanian di lapas.
Hasil panen melimpah ini nantinya akan dipasarkan dan disetorkan sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sebagai bentuk apresiasi, warga binaan yang terlibat aktif dalam proses bercocok tanam tersebut juga akan diberikan premi atau insentif dari hasil penjualannya.

Kepala Lapas Ambon, Sumarwoto Hendra Budiman, yang turut hadir dalam panen kali ini menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan panen tersebut di tengah berbagai tantangan cuaca. Ia menekankan bahwa kerja keras yang konsisten tidak akan pernah sia-sia, serta berpesan agar warga binaan terus semangat belajar, tidak pernah takut gagal, dan selalu bangkit untuk meraih kesuksesan.
"Walaupun ditantang dengan dinamika iklim dan alam, tapi kita tetap bisa panen sebagai bukti kerja keras dan belajar terus bahwa hidup itu tidak akan sia-sia. Ada hasil berkat kerja keras yang bisa digunakan, dijual, atau dikonsumsi untuk kebutuhan internal juga. Saya berterima kasih untuk ini semua. Berikutnya, kita punya strategi lagi untuk bercocok tanam yang menyesuaikan dengan situasi ekstrem seperti sekarang. Jangan pernah bosan; mau sukses itu, walaupun gagal, bangkit lagi sampai berhasil," tegas Hendra.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Ambon, Zulkipli Salampessy, mengungkapkan bahwa keberhasilan panen kacang panjang ini membuktikan bahwa pembinaan kemandirian di bidang pertanian berjalan dengan sangat baik dan produktif. Ia menjelaskan, pelatihan ini dirancang agar warga binaan memiliki bekal keterampilan yang berguna setelah mereka bebas nanti.
"Kami terus mendorong warga binaan untuk aktif dalam program kemandirian ini agar lahan-lahan tidur di lapas bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk menghasilkan produk pertanian yang berkualitas," tutur Zulkipli
Di sela-sela waktu panen salah seorang warga binaan berinisial T, yang turut serta mengelola lahan pertanian tersebut, mengungkapkan rasa syukurnya bisa dilibatkan dalam program pembinaan kemandirian ini. Ia mengaku mendapat banyak ilmu baru tentang cara bercocok tanam yang baik sekaligus merasa senang karena hasil kerja kerasnya bersama rekan-rekan berbuah manis.
"Kami sangat bersyukur diberi kesempatan belajar bertani di sini, selain mengisi waktu dengan kegiatan positif, kami juga mendapat pengalaman dan premi dari hasil panen yang sangat bermanfaat bagi kami," ujar T.
Melalui program kemandirian pangan ini, Lapas Ambon berharap warga binaan dapat terus mengasah keterampilan praktis yang produktif, mandiri, dan siap berintegrasi kembali secara positif di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....