Tingkatkan Produksi Pertanian, BRMP Maluku Pastikan Bantuan Irpom Tepat Sasaran

  • 03 Agt 2026 09:03 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap bantuan pemerintah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi petani dan mendorong terwujudnya pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan di Maluku Tenggara (Malra), Provinsi Maluku. Komitmen tersebut diperkuat melalui kegiatan monitoring dan evaluasi bantuan Irigasi Perpompaan (Irpom) yang dilakukan BRMP Maluku di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Provinsi Maluku.

Tim BRMP Maluku yang dipimpin Kapoksi Program dan Pengujian Novendra Cahyo Nugroho bersama tim turun langsung meninjau kondisi bantuan Irpom di lapangan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan sarana irigasi telah terpasang dengan baik dan mampu mendukung ketersediaan air bagi petani.

Lokasi pertama yang dikunjungi berada di Kelompok Tani Fatnim, Desa Letman, Kecamatan Kei Kecil. Di lokasi ini, tim berdialog dengan sejumlah petani, di antaranya Suharso, Yusuf, dan Abdul Rahman, terkait pemanfaatan sumur bor dengan kedalaman sekitar 25 meter yang diproyeksikan melayani lahan pertanian seluas kurang lebih 5 hektare.

Lahan tersebut saat ini dimanfaatkan untuk budidaya berbagai komoditas seperti umbi-umbian, kubis, dan jagung manis. Sebanyak 21 anggota kelompok tani akan memanfaatkan bantuan Irpom tersebut untuk memenuhi kebutuhan air irigasi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan intensitas tanam dan produktivitas lahan pertanian.

Kunjungan berikutnya dilakukan di Kelompok Tani Mandiri Sejahtera, Desa Lairngangas, Kecamatan Manyeuw. Sumur bor dengan kedalaman sekitar 29 hingga 30 meter itu direncanakan mengairi lahan seluas 5 hektare yang dimanfaatkan oleh 14 petani, termasuk petani dari desa sekitar.

Ketua Kelompok Tani Mandiri Sejahtera, Remigius Rejaan mengatakan sebelum mendapatkan bantuan Irpom, petani di wilayah tersebut menghadapi kendala keterbatasan air karena harus membeli pasokan dari Kota Langgur dengan biaya sekitar Rp140 ribu per tangki. Kondisi itu membuat sebagian lahan belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan pertanian.

“Dengan hadirnya bantuan Irpom, petani berharap mampu mengembangkan komoditas baru seperti padi gogo sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan air,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....