Petani Maluku Didorong Sesuaikan Pola Tanam Hadapi Potensi El Nino

  • 05 Agt 2026 09:21 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Petani Maluku didorong menyesuaikan pola tanam sebagai langkah menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino. Penyesuaian waktu tanam, pemanfaatan air secara bijak, serta penerapan budidaya pertanian adaptif menjadi strategi penting untuk menjaga produktivitas dan mengurangi risiko gagal panen.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku, Gunawan kepada RRI mengatakan langkah mitigasi telah disiapkan meski hingga saat ini Maluku belum mengalami dampak signifikan akibat El Nino. Olehnya itu kondisi iklim yang masih mendukung perlu dimanfaatkan petani untuk mengoptimalkan kegiatan produksi pertanian.

Komoditas padi menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian karena paling rentan terdampak kekeringan. Empat wilayah sentra produksi padi Maluku yakni Kabupaten Buru, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, dan Seram Bagian Timur menjadi fokus penguatan mitigasi.

"Untuk komoditas padi, kami sudah melakukan antisipasi melalui optimalisasi pengelolaan air irigasi, rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan irigasi perpompaan dan perpipaan, serta penggunaan varietas yang toleran terhadap kekeringan," ujarnya.

Dikatakan, selain menjaga produksi, BRMP Maluku juga memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman di tengah potensi perubahan iklim. Berbagai program penguatan pertanian terus dilakukan untuk mendukung keberlangsungan produksi di daerah sentra pangan.

"Kami berharap El Nino atau musim kering tidak mengganggu stok pangan di Maluku," kata Gunawan.

Ia optimis potensi dampak El Nino dapat ditekan melalui sinergi pemerintah daerah, BMKG, Balai Wilayah Sungai, penyuluh pertanian, dan instansi terkait lainnya. Dukungan benih tahan kering serta penguatan infrastruktur irigasi menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan Maluku.

"Tujuan akhirnya adalah agar petani tidak terlalu terdampak dan masyarakat tetap mendapatkan pasokan pangan yang cukup," kata Gunawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....