Musik Bambu dan Gaba-Gaba Warisan Tradisional Maluku
- 05 Agt 2026 09:15 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID Ambon — Upaya melestarikan warisan musik tradisional Maluku kembali menjadi sorotan dalam program Dialog Pro 4 RRI Ambon edisi Rabu, 5 Agustus 2026. Dosen Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Dr. Branckly Egbert Picanussa, menegaskan pentingnya menjaga eksistensi instrumen musik tradisional seperti musik bambu dan gaba-gaba di tengah gempuran modernisasi dan dominasi musik digital.
Menurutnya, kedua alat musik berbasis bahan alam ini bukan sekadar media hiburan, melainkan bagian integral dari identitas kultural dan sejarah peradaban masyarakat Maluku.
Dalam dialog tersebut, Branckly menjelaskan bahwa musik bambu dan gaba-gaba memiliki keunikan akustik serta nilai historis yang kuat dalam tradisi kebudayaan lokal. Namun, ia tidak memungkiri adanya tantangan besar terkait regenerasi pemain dan makin terbatasnya ruang pertunjukan bagi alat musik tradisional ini.
Kurangnya minat generasi muda terhadap musik tradisi berpotensi membuat pengetahuan pembuatan alat hingga teknik pemainannya terancam punah jika tidak ada intervensi yang terstruktur.
Guna mengatasi tantangan tersebut, akademisi IAKN Ambon ini mendorong integrasi musik tradisional ke dalam kurikulum pendidikan formal maupun kegiatan ekstra kurikuler di sekolah-sekolah. Pembelajaran seni berbasis kearifan lokal dinilai efektif untuk menanamkan rasa bangga dan kepemilikan sejak dini pada generasi muda.
Selain itu, kolaborasi antara institusi pendidikan, komunitas seni, dan praktisi kebudayaan sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem pembelajaran musik tradisional yang relevan dan menyenangkan.
Lebih lanjut, Branckly menekankan perlunya inovasi tanpa menghilangkan esensi dasar dari musik bambu dan gaba-gaba. Penggabungan atau kolaborasi antara musik tradisional dengan genre populer modern dipandang sebagai salah satu strategi adaptif untuk menarik minat audiens milenial dan Gen Z
Melalui aransemen yang lebih segar dan memanfaatkan platform media digital, karya-karya musik tradisional Maluku dinilai dapat menjangkau pendengar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Mengakhiri siaran di Pro 4 RRI Ambon, Branckly mengajak pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan dukungan nyata berupa fasilitas, festival berkala, serta ruang ekspresi yang berkelanjutan bagi para seniman tradisi. Dukungan kebijakan serta apresiasi dari masyarakat luas menjadi fondasi utama agar dentuman musik bambu dan gaba-gaba tetap bergema serta terus menjadi kebanggaan Maluku sebagai City of Music di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....