AMO, FKIP Unpatti, SMP 11 Ambon, Kolaborasi Praktik Hubungan Musik & STEAM

  • 03 Agt 2026 19:12 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Dalam upaya memperkuat pembelajaran yang inovatif dan kontekstual berbasis kurikulum muatan lokal wajib musik tradisional, Ambon Music Office (AMO) bekerja sama dengan FKIP Universitas Pattimura, SMP Negeri 11 Ambon, dan Sanggar Booyratan menyelenggarakan Praktik Hubungan Musik dan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) pada 3 Agustus 2026.

Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari penguatan kualitas pembelajaran yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, seni, dan lingkungan. Pembelajaran diawali dengan sesi teori di SMP Negeri 11 Ambon, kemudian dilanjutkan dengan praktik lapangan di Hutan Musik Sound of Green (SoG) Amahusu, sehingga para siswa dapat mengalami secara langsung penerapan konsep STEAM dalam konteks ekologi dan musik.

Di Hutan Musik SoG Amahusu, para peserta diperkenalkan pada berbagai metode pengukuran ekologi hutan, seperti pengukuran tinggi dan diameter pohon, serta analisis vegetasi yang mencakup identifikasi taksonomi tumbuhan dan kajian organologi sebagai dasar memahami hubungan antara keanekaragaman hayati dengan potensi sumber bunyi dan material alat musik.

Melalui pengalaman tersebut, siswa diajak melihat bahwa hutan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia jasa lingkungan, tetapi juga menjadi laboratorium alam yang mendukung pembelajaran musik, sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika secara terpadu.

Kegiatan ini menghadirkan Ir. Ronny Loppies, M.Sc.F., Direktur Ambon Music Office, yang juga akademisi Universitas Pattimura sebagai narasumber yang memaparkan konsep integrasi musik, lingkungan, dan pendidikan berbasis STEAM.

Turut memberikan materi, Prof. Dr. Pamela Mercy Papilaya, M.Pd, akademisi Universitas Pattimura sekaligus Deputi Kurikulum Musik Ambon Music Office, yang menjelaskan pentingnya pendekatan pembelajaran lintas disiplin dalam membangun kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan kepedulian lingkungan bagi generasi muda.

Pelaksanaan praktik lapangan juga didukung oleh mahasiswa FKIP Universitas Pattimura yang berperan sebagai fasilitator selama kegiatan berlangsung. Kehadiran para mahasiswa memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih interaktif melalui pendampingan langsung kepada para siswa dalam melakukan pengukuran, observasi, dan diskusi di lapangan.

Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara dunia pendidikan, seni, dan pelestarian lingkungan dalam mendukung pengembangan Ambon UNESCO City of Music.

Melalui pendekatan Music for Education, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan generasi muda yang kreatif, berkarakter, memiliki literasi STEAM yang kuat, serta semakin mencintai alam dan budaya sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....