Inflasi Maluku Juli 2026 Secara Year on Year Melandai ke 2,75 Persen

  • 03 Agt 2026 21:35 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Inflasi Provinsi Maluku pada Juli 2026 secara year on year (y-on-y) tercatat sebesar 2,75 persen, lebih rendah dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 3,80 persen. Kondisi ini menunjukkan laju kenaikan harga di Maluku mulai melambat dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala BPS Provinsi Maluku Maritje Pattiwaellapia, Senin 3 Agustus 2026 menjelaskan dari tiga kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Maluku, inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 3,55 persen, disusul Kota Ambon sebesar 3,01 persen. Sementara Kabupaten Maluku Tengah mencatat inflasi terendah, yakni 2,27 persen.

"Inflasi tahunan dipengaruhi kenaikan harga pada 10 kelompok pengeluaran, dengan kelompok transportasi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 11,66 persen. Di sisi lain, kelompok pakaian dan alas kaki menjadi satu-satunya kelompok yang mengalami penurunan indeks sebesar 2,90 persen," kata Pattiwaellapia dalam paparannnya.

Dirincikan, sejumlah komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan (year on year) di antaranya tarif angkutan udara, bensin, ikan cakalang, emas perhiasan, ikan tongkol, sigaret kretek mesin, cabai merah, nasi dengan lauk, mobil, dan sepeda motor. Tarif rumah sakit, biaya perguruan tinggi, tarif angkutan laut, minyak goreng, telepon seluler, serta wortel juga ikut mendorong kenaikan inflasi tahunan.

"Komoditas seperti tomat, cabai rawit, ikan layang, sawi hijau, kangkung, bayam, kacang panjang, telur ayam ras, daun singkong, dan ikan kembung menjadi penyumbang utama deflasi secara tahunan," ujar Pattiwaellapia merincikan.

Sementara itu, secara month to month (m-to-m), Provinsi Maluku mengalami deflasi sebesar 0,75 persen pada Juli 2026. Deflasi bulanan dipicu oleh turunnya harga ikan layang, bawang merah, ikan selar, tomat, tarif angkutan udara, buncis, sawi hijau, emas perhiasan, tarif angkutan laut, cabai rawit, cabai merah, telur ayam ras, ikan asap, hingga daging ayam ras.

Keterangan Kepala Badan Pusat Statistik (BOS) Provinsi Maluku Maritje Pattiwaellapia

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Maluku di tiga kabupaten/kota, pada Juli 2026 terjadi inflasi y-on-y sebesar 2,75 persen atau turun dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 3,80 persen.

Dari tiga kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Maluku, Inflasi (y-on-y) tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 3,55 persen, Diikuti kota ambon inflasi 3,01 persen dan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Maluku Tengah sebesar 2,27 persen.

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya 10 indeks kelompok pengeluaran, tertinggi yaitu: kelompok transportasi sebesar 11,66 persen; dan terendah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,86 persen. Sedangkan Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,90 persen.

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Juli 2026, antara lain: tarif angkutan udara, bensin, ikan cakalang, emas perhiasan, ikan tongkol/komu, sigaret kretek mesin (SKM), cabai merah, nasi dengan lauk, mobil, sepeda motor, tarif rumah sakit, bahan bakar rumah tangga, daging ayam ras, biaya akademi/perguruan tinggi, tarif angkutan laut, ikan tuna/tatihu, pelumas/oli mesin, telepon seluler, minyak goreng dan wortel.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: tomat, cabai rawit, ikan layang/momar, sawi hijau, kangkung, bayam, kacang panjang, telur ayam ras, daun singkong, ikan kembung/lema.

Sementara itu secara month to month (m-to-m) Provinsi Maluku mengalami deflasi pada bulan Juli 2026 sebesar 0,75 persen.

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m pada Juli 2026, antara lain: ikan layang/momar, bawang merah, ikan selar/kawalinya, tomat, tarif angkutan udara, buncis, sawi hijau, emas perhiasan, tarif angkutan laut, cabai rawit, cabai merah, telur ayam ras, ikan asap hingga daging ayam ras.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....