Sengketa Tapal Batas Tanjung Sial, Begini Respons Halimun Saulatu
- 27 Jul 2026 16:39 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon: Sengketa tapal batas antara Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dan Seram Bagian Barat (SBB), khususnya terkait enam dusun di wilayah Tanjung Sial yang berada di Pulau Seram telah menemui titik terang. Kepastian ini setelah Pemerintah Maluku melalui Gubernur Hendrik Lewerissa datang menemui Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri serta Direktur Toponimi dan Batas Daerah Direktoral Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan di kantor Kemendagri beberapa waktu lalu untuk membicarakan proses penyelesaian.
Menyikapi hal itu, Anggota DPRD Maluku, Halimun Saulatu mengatakan, sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Maluku dalam mempercepat proses penyelesaian sengketa tapal batas dimaksud. Namun, sebelum adanya putusan final oleh pemerintah pusat (Pempus), Halimun meminta agar pemerintah daerah dapat memastikan bahwa warga yang mendiami kawasan tersebut telah mendapatkan pelayanan publik dengan baik dan lancar.
Sebab, sengketa seperti ini biasanya yang dirugikan adalah masyarakat, baik dari sisi pelayanan publik, administrasi kependudukan, pembangunan, hingga kepastian penyelenggaraan pemerintahan. "Kami apresiasi proses penyelesaiannya. Tapi, kami harap Pemkab Malteng maupun SBB harus menjamin pelayanan dasar kepada warga tetap berjalan tanpa diskriminasi," kata Halimun di Ambon, Senin, 27 Juli 2026.
Politisi Demokrat itu juga mengimbau seluruh pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta mengedepankan dialog agar tidak terjadi konflik sosial. "Saya meminta semua pihak menjaga situasi tetap kondusif dan mengedepankan dialog. Jangan sampai persoalan ini berkembang menjadi konflik sosial yang tidak kita inginkan bersama," ucapnya
Aleg Dapil Malteng itu juga meminta seluruh pihak menghormati keputusan akhir yang nantinya akan ditetapkan pemerintah pusat sebagai jalan keluar penyelesaian sengketa batas wilayah tersebut.
"Apapun keputusan pemerintah pusat nantinya harus dihormati oleh semua pihak demi kepastian hukum dan menjaga persatuan masyarakat Maluku," kata Halimun menutup obrolannya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....