Jalan Lingkar Ambalau Mandek: Masyarakat Kecewa dengan Gubernur Hendrik
- 22 Jul 2026 14:08 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, BURSEL : Proyek Infrastruktur Jalan lingkar Ambalau, Kabupaten Buru Selatan, Maluku, selalu menjadi komoditas politik, saat proses pemilu berlangsung. Lambat pekerjaan hingga mangkarak terus menjadi sorotan masyarakat.
Kondisi tersebut tentu menyusahkan masyarakat, memutus matarantai perputaran ekonomi yang lambat akibat akses jalan yang tak kunjung dibangun hanya karena janji manis politik.
Masyarakat Ambalau, sangat merindukan kehadiran Jalan lingkar tersebut. Harapan itu musnah akibat proyek yang memakan anggaran miliaran rupiah itu tak kunjung tuntas.
"Kami merindukan jalan. Ketika jalan lingkar Ambalau tidak diperhatikan maka proses ekonomi di wilayah itu tersendat. Tidak atau apa lasannya, padahal itu semua janji kampanye Gubernur dan Wagub Maluku, Hendrik Lewerissa -Abdullah Vanath akan menuntaskan jalan lingkar Ambalau ketika terpilih nanti," kata Ketua Pemerhati Rakyat (Gempar) Maluku, Aldis Loilatu kepada wartawan, Rabu (22/7/2026).
Menurut Aldis, tujuan awal pembangunan jalan lingkar Ambalau adalah memecah arus lalu lintas. Ketika mangkrak, titik kemacetan baru justru terbentuk di sekitar proyek, yang berujung pada tingginya biaya logistik.
Krisis Kepercayaan Publik terhadap Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, adalah dampak sosial terbesar. Masyarakat merasa hanya dijadikan komoditas suara saat pemilu, yang memicu apatisme terhadap pemerintah.
"Pada saat kampanye, Gubernur Hendrik pernah berjanji di rumah Raja yang kemudian di saksikan langsung oleh Masyarakat Ambalau tokoh adat tokoh agama tokoh pemuda bahkan semua elemen masyarakat bahwasanya untuk Jalan lingkar Ambalau, akan menjadi tanggung jawab dia. Masyarakat sudah menaruh harapan yang besar terhadap Gubernur Maluku, tapi harapan itu seakan-akan hilang seketika," katanya.
Aldis menuturkan ahwa, Jalan Lingkar Ambalau merupakan jalur strategis yang menghubungkan pusat-pusat permukiman, kawasan pertanian, serta akses menuju fasilitas pelayanan sosial dan ekonomi masyarakat di Kecamatan Ambalau. Ruas ini juga menjadi koridor penting yang mendukung distribusi barang dan mobilitas masyarakat antarwilayah di Kabupaten Buru Selatan.
"Lalu bagaimana dengan obral janji kampanye politik yang sudah disampaikan di hadapan Masyarakat Ambalau apakah Masyarakat Ambalau menunggu sampai 5 Tahun kedepan lagi," ujar Aldis bertanya.
Aktivis muda Maluku itu mengatakan bahwa saat ini, Buru Selatan telah memasuki usia ke-18 Tahun, namum masyarakat setempat belum juga merasakan infrastruktur yang memadai, melainkan dianaktirikan.
"Lalu bagaimana dengan Jalan lingkar Ambalau? sampai sekarang Jalan lingkar Ambalau masi mengalami kesulitan bahkan Proses pembangunan jalan tersebut mandek akibat tidak diperhatikan serius oleh Pemerintah Provinsi Maluku," ucapnya dengan nada penuh kesal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....