Aksi Balap Liar Meresahkan, DPRD Minta Patroli Dimaksimalkan

  • 24 Agt 2026 16:29 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Aksi balap liar yang marak terjadi di sejumlah ruas jalan di Kota Ambon mulai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Selain menggangu ketertiban dan kenyamanan warga, aktivitas tersebut juga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Tak jarang, banyak kesalahpahaman yang berujung pada bentrok antarpemuda akibat dari aksi tersebut. Misalnya yang baru saja terjadi beberapa hari kemarin di depan Rumah Sakit Tentara (RST) Ambon, dimana dua kelompok pemuda dilaporkan saling serang menggunakan batu, yang pemicunya diduga dari aksi balap liar.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, M.Fadli Toisuta meminta aparat dan pihak berwenang mengambil langkah tegas untuk menghentikan aksi balap liar yang dinilai telah menggangu Kamtibmas.

Menurutnya penanganan balap liar tidak boleh dilakukan secara sporadis. Namun, diperlukan pengawasan dan penindakan yang konsisten, terutama d lokasi-lokasi yang kerap dijadikan arena balap.

"Kami komisi I DPRD Kota Ambon meminta agar pihak berwenang bertindak tegas. Jangan sampai aktivitas balap liar ini terus dibiarkan hingga menimbulkan korban dan gangguan Kamtibmas yang lebih besar," kata Fadli Toisuta di Ambon, Senin, 24 Agustus 2026

Politisi Demokrat itu menilai, aksi balap liar bukan sekadar persoalan pelanggaran lalu lintas, tetapi juga menyangkut kesalamatan masyarakat. Suara kendaraan yang bising, hingga aksi kebut-kebutan di jalan umum dapat menggangu warga serta meningkatkan risiko kecelakaan.

"Mari anak-anak muda kita jaga kota ini tetap aman dan damai. Jangan sampai persoalan-persoalan personal lalu melebar pada persoalan Kamtibmas yang lebih besar," ucapnya

Ia juga mendorong aparat terkait untuk meningkatkan patroli dan pengawasan pada jam-jam yang dianggap rawan terjadinya balap liar. Langkah pencegahan, menurutnya, perlu dibarengi dengan pendekatan kepada kalangan remaja agar mereka tidak menjadikan jalan umum sebagai tempat untuk mengadu kecepatan.

"Kemudian harus juga ada sosialisasi yang aktif. Sosialisasi ini bisa bekerjasama dengan pihak sekolah, kampus, maupun di lingkungan masyarakat," kata Toisuta

Yang paling penting, lanjutnya, Kota Ambon harus aman, nyaman, dan tentram, karena hal itu akan berdampak terhadap investasi yang dapat meningkatkan pendapatan bagi kota ini.

"Orang tua juga harus mengawasi dan mengontrol jam bermain anak. Jangan biarkan mereka terjun dalam pergaulan yang dapat menyebabkan hal-hal yang tidak kita inginkan bersama. Ambon harus aman, damai dan tentram," kata Toisuta menutup obrolannya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....