Dinas Pertanian Maluku Gandeng BI dan OJK Perkuat Inovasi Pertanian

  • 08 Jul 2026 13:39 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Dinas Pertanian Provinsi Maluku terus memperkuat kolaborasi strategis bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sinergi tersebut diarahkan untuk mendorong inovasi sektor pertanian sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi daerah melalui berbagai program berkelanjutan.

Kepala Dinas Pertanian Maluku, Ilham Tauda di Ambon, Rabu 8 Juli 2026 mengatakan kerja sama dengan BI telah berlangsung secara intensif, terutama melalui pengembangan program digital farming di sejumlah wilayah di Maluku. Menurutnya, kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari langkah memperkuat teknologi pertanian sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.

"Kami terus berkolaborasi dengan BI, terutama dalam pengendalian inflasi dan pengembangan teknologi pertanian bagi para petani," ujar Ilham.

Selain BI, Dinas Pertanian Maluku juga mempererat kerja sama dengan OJK untuk memperluas akses pembiayaan bagi petani melalui program Fasilitator Keuangan Mitra Tani. Program ini melibatkan penyuluh pertanian di 11 kabupaten/kota yang telah mendapatkan pelatihan khusus untuk mendampingi petani, mulai dari edukasi usaha hingga akses kredit perbankan.

Ilham menjelaskan, kehadiran fasilitator keuangan mitra tani bertujuan menjembatani kebutuhan petani dengan lembaga perbankan. Selama ini, keterbatasan pemahaman mengenai kelayakan usaha menjadi salah satu kendala utama petani dalam memperoleh akses pembiayaan.

Melalui pendampingan tersebut, petani diharapkan lebih siap mengakses fasilitas pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pendampingan juga dinilai mampu meningkatkan kualitas usaha tani sehingga lebih memenuhi persyaratan perbankan.

"Dengan adanya fasilitator ini, pendampingan terhadap petani jauh lebih efektif. Tingkat penyerapan KUR cukup baik di 11 kabupaten/kota dan kami menargetkan program ini terus ditingkatkan atau scale up agar dampak ekonominya semakin dirasakan petani di Maluku," katanya.

Kadis menambahkan jika OJK telah memberikan sinyal dukungan positif terhadap pengembangan program tersebut. Integrasi antara pendampingan teknis budidaya dan kemudahan akses pembiayaan diyakini menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani di seluruh wilayah Maluku.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....