Mayoritas Pekerja Maluku Terserap di Sektor Pertanian, Perdagangan, dan Industri

  • 06 Agt 2026 13:33 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi lapangan pekerjaan utama yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Maluku pada Mei 2026. Kepala BPS Provinsi Maluku Maritje Pattiwaellapia mengatakan, berdasarkan hasil Sakernas Mei 2026, sektor tersebut menyerap 34,50 persen dari total penduduk bekerja.

Selain pertanian, sektor dengan penyerapan tenaga kerja terbesar berikutnya adalah Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 13,05 persen serta Industri sebesar 12,00 persen. Sementara itu, sektor dengan penyerapan tenaga kerja terendah yakni Aktivitas Real Estat sebesar 0,06 persen, Penyediaan Air serta Pengelolaan Limbah sebesar 0,13 persen, dan sektor listrik, gas, uap, serta udara dingin sebesar 0,49 persen.

Dibandingkan Februari 2026, beberapa sektor mengalami peningkatan jumlah penduduk bekerja yang cukup besar. Peningkatan tertinggi terjadi pada sektor Transportasi dan Penyimpanan sebanyak 10,72 ribu orang, disusul Konstruksi 8,82 ribu orang, serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebanyak 2,48 ribu orang.

“Tidak seluruh sektor mengalami pertumbuhan tenaga kerja pada periode tersebut. Sektor Pertambangan dan Penggalian tercatat mengalami penurunan jumlah penduduk bekerja terbesar, yakni berkurang sekitar 9,6 ribu orang dibandingkan Februari 2026,” kata Pattiwaellapia.

Pattiwaellapia menambahkan, pada Mei 2026, penduduk bekerja paling banyak di Maluku berstatus buruh/karyawan/pegawai, yaitu sebesar 31,88 persen, sementara yang paling sedikit berstatus pekerja bebas di pertanian, yaitu sebesar 0,77 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....