Pemprov Maluku Genjot Investasi dan Hilirisasi SDA Perkuat PAD
- 06 Agt 2026 11:04 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Pemerintah Provinsi Maluku terus menggenjot investasi dan hilirisasi sumber daya alam (SDA) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Potensi sumber daya di sektor daratan maupun kelautan diproyeksikan menjadi penggerak utama pembangunan ekonomi di Bumi Raja-Raja.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Maluku, Alwiyah Fadlun Alaydrus mengatakan pemerintah daerah terus menciptakan iklim investasi yang sehat agar mampu menarik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Berbagai kebijakan disiapkan agar investasi yang masuk memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah dan masyarakat.
"Kami terus membangun ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan agar investor semakin percaya menanamkan modalnya di Maluku," kata Alwiyah Fadlun Alaydrus kepada RRI.
Dijelaskan, salah satu strategi yang dijalankan yakni memperkuat digitalisasi pelayanan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan proses perizinan yang lebih cepat, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.
Selain itu, Pemprov Maluku aktif mempromosikan proyek-proyek investasi unggulan di setiap kabupaten dan kota melalui forum investasi, business matching, serta sinergi dengan Kementerian Investasi. Pemerintah juga mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung seperti pelabuhan, jalan, listrik, telekomunikasi, dan konektivitas antarpulau guna meningkatkan daya saing daerah.
"Pembangunan infrastruktur dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mempercepat investasi dan pengembangan hilirisasi di Maluku," ujarnya.
Alawiyah menjelaskan, sektor yang menjadi prioritas pengembangan meliputi perikanan dan kelautan, pariwisata, pertanian, perkebunan, kehutanan, pertambangan dan energi, hingga industri pengolahan berbasis hilirisasi. Pengembangan sektor-sektor tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus menghentikan ketergantungan pada ekspor bahan mentah.
Pemprov Maluku juga memastikan kepastian regulasi, keamanan berinvestasi, serta pendampingan kepada investor sejak tahap perencanaan hingga realisasi proyek. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan realisasi investasi, memperluas lapangan kerja, serta menghadirkan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Maluku.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....