Survei BBRMP, Harga Pangan di Aru Alami Fluktuasi

  • 07 Jul 2026 14:05 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Hasil survei Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku menunjukkan harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, mengalami fluktuasi.

Fluktuasi harga dipengaruhi oleh ketergantungan pasokan dari luar daerah, tingginya biaya transportasi antarpulau, kondisi cuaca yang memengaruhi kelancaran distribusi, serta perubahan tingkat permintaan masyarakat.

Hasil pemantauan menunjukkan ketersediaan pangan secara umum masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, meski harga sejumlah komoditas masih berfluktuasi akibat berbagai faktor,” kata Kepala BBRMP Maluku, Gunawan, di Ambon, kemarin.

Menurutnya, Kabupaten Kepulauan Aru memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga kesinambungan pasokan pangan sehingga stabilitas harga sangat bergantung pada kelancaran distribusi logistik.

Dari hasil pemantauan di lapangan, harga beras tercatat Rp17.000 per kilogram, cabai rawit Rp90.000 per kilogram, bawang merah Rp65.000 per kilogram, bawang putih Rp60.000 per kilogram, tomat Rp30.000 per kilogram, buncis Rp40.000 per kilogram, dan kacang panjang Rp20.000 per kilogram.

"Komoditas yang sebagian besar masih dipasok dari luar daerah cenderung memiliki harga lebih tinggi dan lebih rentan mengalami perubahan akibat keterlambatan distribusi maupun peningkatan biaya angkut," ujarnya

Dikatakan, hasil survei juga menunjukkan masih terbuka peluang untuk meningkatkan produksi pangan dan hortikultura lokal guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Pengembangan budidaya komoditas hortikultura yang sesuai dengan kondisi agroekosistem setempat, disertai penerapan teknologi budidaya adaptif serta pendampingan kepada petani, diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan pangan lokal sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

"Upaya tersebut sejalan dengan program strategis Kementerian Pertanian dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi dalam negeri," kata Gunawan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....