Cabai Rawit Tembus Rp200 Ribu, Disketapang Maluku Ungkap Pemicunya
- 15 Sep 2026 17:10 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Ina Wati Tahir mengungkapkan, harga cabai rawit di Kota Ambon yang mencapai Rp200 ribu per kilogram dipengaruhi kemarau panjang akibat fenomena El Niño. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan produksi di sejumlah daerah sentra sehingga pasokan yang masuk ke pasar Ambon ikut berkurang.
Menurutnya, kekeringan menyebabkan tanaman cabai kekurangan air sehingga pertumbuhan dan pembentukan buah tidak optimal. Akibatnya, hasil panen petani menurun dan jumlah cabai yang dapat didistribusikan ke daerah konsumen menjadi lebih terbatas.
“Ketika pasokan dari daerah sentra produksi berkurang, sementara kebutuhan cabai di Kota Ambon tetap, kondisi ini mendorong harga meningkat,” katanya kepada RRI, Selasa 15 September 2026.
Kadis menjelaskan, penurunan produksi membuat keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan cabai di pasar menjadi terganggu. Situasi tersebut semakin berpengaruh terhadap harga ketika pasokan dari daerah pemasok tidak mampu memenuhi kebutuhan secara optimal.
Selain faktor cuaca, kenaikan harga cabai juga dipengaruhi biaya distribusi antarwilayah dan risiko penyusutan selama perjalanan. Sebagai daerah kepulauan, proses pengiriman membutuhkan biaya transportasi, bongkar muat, pengemasan, serta penanganan khusus karena cabai merupakan komoditas yang mudah rusak.
“Jika terjadi gangguan produksi atau keterlambatan distribusi dari daerah pemasok, ketersediaan cabai di pasar Ambon dapat segera berkurang,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Maluku terus memantau ketersediaan pasokan dari wilayah produksi untuk menjaga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga cabai rawit di tingkat konsumen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....