Listrik Sering Padam, Warga Desak PLN Evaluasi ULP Kairatu dan Piru

  • 19 Jun 2026 01:39 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Piru – Kinerja PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kairatu dan Piru kembali menjadi sorotan masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Warga mendesak manajemen PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan kedua unit tersebut menyusul tingginya frekuensi pemadaman listrik yang terjadi hampir setiap hari.

Keluhan masyarakat mencuat dalam beberapa pekan terakhir setelah pemadaman listrik terjadi berulang kali dalam sehari. Warga mengaku pemadaman dapat berlangsung hingga tiga sampai lima kali dalam sehari tanpa adanya pemberitahuan resmi yang jelas dari pihak PLN.

Kondisi tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat yang sebagian besar bergantung pada pasokan listrik. Tidak hanya rumah tangga, pelayanan pemerintahan, fasilitas kesehatan, dunia pendidikan, hingga pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) turut merasakan dampak dari ketidakstabilan pasokan listrik tersebut.

Salah satu warga Piru, Rahman Latuconsina, mengaku kecewa dengan pelayanan yang diberikan PLN. Menurutnya, masyarakat selalu dituntut untuk memenuhi kewajiban membayar tagihan tepat waktu, namun hak untuk mendapatkan pasokan listrik yang stabil belum sepenuhnya terpenuhi.

“Kami seperti dipaksa menerima kondisi ini. Kalau terlambat bayar tagihan langsung ada sanksi, tetapi ketika listrik padam berkali-kali dalam sehari, masyarakat hanya diminta bersabar. Kami meminta PLN Wilayah Maluku segera turun tangan melihat kondisi di Kairatu dan Piru,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Warga menilai seringnya pemadaman listrik mengindikasikan adanya persoalan serius, baik pada sistem pemeliharaan jaringan maupun pada infrastruktur pembangkit yang hingga kini belum mendapatkan penanganan permanen. Mereka meminta PLN lebih terbuka dalam menyampaikan penyebab gangguan agar masyarakat tidak terus berspekulasi.

Menurut Rahman, masyarakat tidak hanya membutuhkan permintaan maaf setiap kali terjadi gangguan, tetapi juga membutuhkan langkah nyata yang mampu menjamin stabilitas pasokan listrik. Transparansi informasi dinilai penting agar pelanggan mengetahui kondisi sebenarnya yang terjadi di lapangan.

“Kalau memang ada kerusakan mesin atau jaringan, sampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Jangan setiap hari listrik padam tanpa penjelasan yang jelas. Kami butuh kepastian karena aktivitas ekonomi dan pelayanan publik sangat bergantung pada listrik,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat berharap General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara segera melakukan evaluasi terhadap manajemen ULP Kairatu dan Piru serta menghadirkan solusi konkret untuk mengatasi persoalan yang terus berulang. Warga menegaskan, stabilitas pasokan listrik merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi demi mendukung aktivitas masyarakat dan pembangunan daerah.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....