Gelombang hingga 2,5 Meter Ancam Perairan Maluku

  • 13 Jun 2026 18:27 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Ambon mengeluarkan peringatan dini tinggi gelombang laut di sejumlah perairan Maluku. Informasi tersebut berlaku mulai 12 hingga 15 Juni 2026.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Yasinta Lawery mengatakan, gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan Maluku dan sekitarnya.

BMKG menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi pola angin di wilayah Indonesia bagian utara yang umumnya bergerak dari timur hingga selatan dengan kecepatan 4–20 knot. Sementara di wilayah Indonesia bagian selatan, angin bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 6–25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Banda dan Laut Arafura.

Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang setinggi 1,25–2,5 meter meliputi Perairan Utara Pulau Buru, Perairan Selatan Pulau Buru, Perairan Seram Bagian Barat, Perairan Pulau Ambon–Pulau Lease, Perairan Selatan Maluku Tengah, Perairan Seram Bagian Timur bagian utara dan selatan, Perairan Pulau Gorong, Perairan Kepulauan Banda Neira, serta Perairan Kepulauan Kai.

Selain itu, kondisi serupa juga berpeluang terjadi di Perairan Utara dan Selatan Kepulauan Aru, Perairan Barat dan Timur Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Babar, Perairan Kepulauan Sermata–Leti, Perairan Wetar, Laut Banda, serta Laut Arafura bagian barat dan tengah.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan gelombang selama periode peringatan dini tersebut. Risiko terhadap keselamatan pelayaran dapat terjadi pada perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Sementara itu, kapal tongkang berisiko terdampak apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. BMKG meminta seluruh pengguna jasa pelayaran untuk terus memantau informasi cuaca maritim terbaru sebelum melakukan aktivitas di laut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....