Bupati Malteng Resmi Lantik Raja Negeri Siri Sori Islam

  • 24 Mei 2026 20:54 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID.Saparua Timur - Suasana khidmat dan penuh wibawa menyelimuti rumah adat (Istana Raja) Negeri Siri Sori Islam, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, pada Sabtu, 23 Mei 2026. Bupati Maluku Tengah (Malteng), Zulkarnain Awat Amir, secara resmi melantik dan mengambil sumpah janji jabatan Sarifuddin Patisahusiwa sebagai Raja Negeri Siri Sori Islam yang baru.

Prosesi sakral ini disaksikan langsung oleh ribuan warga setempat beserta tokoh penting daerah, termasuk Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Kapolda Maluku, dan Pangdam XV/Pattimura. Turut hadir masyarakat pela gandong dari Siri Sori Sarani, Haria, Hutumury, dan Tamilouw.

Bupati Zulkarnain Awat Amir dalam amanahnya meminta Raja Negeri Siri Sori Islam mengemban tugas dengan dedikasi tinggi. Bupati mengingatkan bahwa pemerintah negeri merupakan ujung tombak pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Oleh karena itu, Raja yang baru dilantik diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat, dan profesional demi mengakselerasi pembangunan di wilayah Maluku Tengah," kata Bupati.

Selain fokus pada pelayanan publik, Bupati juga memberikan sorotan khusus terhadap tata kelola keuangan desa. Ia mewanti-wanti Raja Sarifuddin Patisahusiwa beserta perangkatnya agar mengelola Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) secara transparan, akuntabel, dan partisipatif.

Penegasan ini disampaikan guna menghindari segala bentuk penyimpangan anggaran agar setiap rupiah yang dikucurkan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat negeri.

Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam terkait eksistensi negeri adat. Menurutnya, pelantikan ini bukan sekadar seremonial pemerintahan biasa, melainkan momentum penting untuk meneguhkan kembali marwah negeri dan menjaga warisan leluhur.

Di tengah arus globalisasi, seorang raja di bumi Maluku, kata Gubernur, memikul tiga mandat besar sekaligus, yakni sebagai pemimpin administrasi pemerintahan, pemimpin masyarakat adat, dan pengayom spiritual umat"

Acara pelantikan yang berlangsung di tanah Louhata Amapati ini diakhiri dengan seruan dari Bupati dan Gubernur agar seluruh elemen masyarakat, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan, bersatu padu mendukung pemerintahan raja yang baru.

Langkah inklusif dan gotong royong ini dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan, memelihara semangat hidup orang basudara, serta membawa Negeri Siri Sori Islam menuju masa depan yang lebih maju dan harmonis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....