Gedung KONI Maluku: Kemegahan yang Tergerus Lumut dan Efisiensi Anggaran

  • 04 Mei 2026 11:45 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Bangunan megah berlantai dua yang menjadi markas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Maluku kini merana. Gedung yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut tampak kontras; gagah secara arsitektur, namun memprihatinkan secara perawatan.

Pantauan RRI di lokasi menunjukkan kondisi fisik gedung yang mulai "dikepung" oleh alam. Rumput liar tumbuh subur di area halaman, menciptakan kesan seperti taman tak terurus. Tak hanya itu, dinding-dinding luar bangunan mulai tertutup lumut hijau, menandakan minimnya sentuhan pembersihan dalam waktu lama. Kondisi di dalam gedung tak kalah miris.

Di area lobi, pemandangan pertama yang menyambut pengunjung bukanlah prestasi olahraga, melainkan sebuah speedboat dalam kondisi rusak yang teronggok begitu saja. Melangkah lebih dalam ke ruang tunggu, pemandangan serupa terlihat dengan adanya perahu layar milik atlet yang diletakkan begitu saja.

Memasuki lantai dua, kerusakan kian nyata. Sejumlah bagian plafon terlihat sudah lepas dan dibiarkan bergelantungan tanpa ada upaya perbaikan. Di tengah kerusakan itu, hanya tampak beberapa meja biliar dan deretan bendera organisasi cabang olahraga yang membisu.

Meski terdapat pengumuman resmi yang tertempel di pintu depan bahwa kantor beroperasi Senin hingga Jumat pukul 09.00 hingga 14.00 WIT, aktivitas di dalam gedung nyaris nihil. Suasana sunyi menyelimuti ruangan-ruangan yang seharusnya menjadi pusat koordinasi peningkatan prestasi olahraga di Maluku tersebut.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Maluku, Sandy Wattimena, tidak menampik realita yang terjadi. Menurutnya, persoalan utama yang mencekik perawatan fasilitas olahraga ini adalah masalah klasik: anggaran.

"Faktor efisiensi APBD berdampak signifikan pada masalah perawatan gedung," ujar Sandy saat ditemui, Senin (4/5/2026).

Kebijakan efisiensi anggaran daerah membuat pos pemeliharaan sarana dan prasarana olahraga harus diketatkan. Akibatnya, gedung yang seharusnya menjadi simbol kebanggaan atlet Maluku ini kini justru bertarung melawan kerusakan alami akibat ketiadaan biaya perawatan rutin.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah konkret mengenai restorasi gedung guna mendukung kembali gairah olahraga di Provinsi Kepulauan ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....