Terhimpit Biaya Produksi, Pedsgang Ikan Asar Galala Ambon Keluhkan Kenaikan Harga

  • 04 Mei 2026 09:40 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID.Ambon-Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pengolahan Ikan Asar di kawasan Galala, Kota Ambon, kini tengah berjuang menghadapi tantangan ekonomi yang kian berat. Memasuki awal Mei 2026, fluktuasi harga ikan mentah dan kenaikan biaya kayu bakar menjadi kendala utama yang mengancam keberlangsungan bisnis kuliner khas Maluku tersebut.

Kondisi ini memaksa para pedagang untuk memutar otak agar tetap bisa berproduksi tanpa kehilangan pelanggan setia mereka. Salah satu pelaku usaha Ikan Asar di Galala, Stela Sopacua, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah ketidakpastian stok ikan dari nelayan yang memicu lonjakan harga modal.

Menurutnya, harga ikan cakalang maupun tuna sebagai bahan baku utama seringkali naik drastis dalam waktu singkat, sementara pedagang sulit untuk menaikkan harga jual secara sepihak di pasar. Stela menyebutkan bahwa margin keuntungan yang diperoleh kini semakin menipis dibandingkan periode sebelumnya.

Selain masalah bahan baku ikan, Stela juga menyoroti kelangkaan dan kenaikan harga kayu bakar yang digunakan untuk proses pengasapan tradisional. Penggunaan kayu khusus sangat menentukan aroma dan kualitas keawetan Ikan Asar Galala yang sudah melegenda.

"Kami tidak bisa sembarangan mengganti jenis kayu karena akan mengubah rasa, tapi sekarang mencari pasokan kayu yang berkualitas dengan harga terjangkau sudah semakin sulit," ujar Stela saat ditemui di tempat usahanya, Senin (4/5/2026).

Menghadapi situasi ini, Stela dan rekan-rekan sesama pelaku UMKM di Galala berharap adanya intervensi atau bantuan dari Pemerintah Kota Ambon. Mereka sangat menantikan program subsidi atau kemudahan akses rantai pasok yang dapat menstabilkan harga bahan baku.

Dukungan berupa pelatihan manajemen keuangan dan inovasi pengemasan juga dinilai penting agar produk Ikan Asar mereka memiliki nilai jual lebih tinggi dan mampu menjangkau pasar di luar Maluku.

Meski terjepit di tengah berbagai tantangan operasional, para pelaku UMKM Ikan Asar di Galala tetap berkomitmen untuk mempertahankan kualitas produk mereka sebagai ikon kuliner Kota Ambon.

Mereka berharap pemerintah segera turun tangan memberikan solusi konkret agar sentra pengasapan ikan di Galala tidak meredup. Keberlanjutan usaha ini bukan sekadar masalah ekonomi, melainkan juga menjaga warisan budaya kuliner yang telah menjadi identitas masyarakat Ambon selama

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....