Perempuan 21 Tahun Ditemukan Meninggal di Bawah JMP
- 20 Mar 2026 11:11 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Seorang perempuan muda ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di bawah Jembatan Merah Putih (JMP), tepatnya di atas pondasi penyangga (pilon) jembatan pada Jumat (20/3) dini hari. Korban diketahui bernama Sandrina Villia Caniago (21), warga Kompleks Lantamal IX Ambon, Desa Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.
Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Janete Luhukay, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa kejadian pertama kali diketahui dari laporan masyarakat yang melihat korban berada di atas jembatan sebelum akhirnya diduga melompat.
“Dari keterangan sejumlah saksi, korban sempat terlihat berada di luar pagar pembatas jembatan sebelum akhirnya jatuh ke bawah. Informasi ini masih kami dalami untuk memastikan penyebab pasti kejadian,” ujar Luhukay.
Kronologi Kejadian
Luhukay menyebutkan, sekitar pukul 02.30 WIT beberapa warga melaporkan adanya seorang perempuan di atas JMP dalam kondisi mencurigakan.
"Sekitar pukul 02.45 WIT, enam warga yang melintas melaporkan ke Pos PAM JMP Poka, bahwa mereka melihat seorang perempuan mengenakan jilbab berdiri di luar pagar pembatas jembatan. Meski sempat dipanggil, korban diduga langsung melompat ke arah laut," katanya.
Selang beberapa menit kemudian, laporan serupa kembali disampaikan oleh warga lain yang melihat korban turun dari sepeda motor ojek online dan langsung naik ke pagar pembatas jembatan. Kerumunan warga mulai terlihat di atas JMP sekitar pukul 03.00 WIT. Informasi mengenai dugaan aksi melompat tersebut kemudian menyebar dan menarik perhatian pengguna jalan.
Saksi lain, yang berada di lokasi bawah jembatan bersama aparat kepolisian, akhirnya menemukan korban di atas pondasi pilon ketiga (bagian tengah jembatan). Korban terlihat dalam posisi terbaring menyamping mengenakan pakaian berwarna merah muda dan celana panjang hitam.
Polisi yang tiba di lokasi sekitar pukul 03.10 WIT langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan Basarnas serta instansi terkait untuk proses evakuasi. Tim gabungan yang terdiri dari personel kepolisian dan Basarnas tiba dengan peralatan evakuasi sekitar pukul 05.40 WIT melakukan proses evakuasi menggunakan perahu karet dan long boat.
Dari hasil identifikasi awal, korban mengalami sejumlah luka serius, di antaranya luka robek pada bagian belakang kepala, luka pada pinggang kiri, lecet pada kedua kaki, serta patah pada lengan kiri. Jenazah kemudian dievakuasi ke tepi pantai dan dibawa ke RS Bhayangkara Ambon untuk penanganan lebih lanjut.
Menurut Luhukay, pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. “Keluarga korban sudah membuat pernyataan resmi penolakan autopsi, sehingga jenazah langsung diserahkan untuk dibawa ke rumah duka,” ujarnya.
Meskipun indikasi awal mengarah pada dugaan korban melompat, pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan situasi serupa, guna mencegah kejadian yang tidak diinginkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....