Peringatan Dini Gelombang Tinggi, Waspada Aktivitas Laut
- 27 Jan 2026 13:03 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Gelombang lait tinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotenai terjadi di sejumlah perairan Maluku. Masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laiut, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Berdasarkan peringatan dini BMKG Stasiun Maritim Ambon, gelombang tinggi dipicu oleh peningkatan kecepatan angin yang terjadi di beberapa wilayah perairan. "Potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan laut di Maluku berpotensi masih akan terjadi hingga Kamis, 29 Januari 2026," kata Kepala Stasiun Maritim Ambon, Mujahidin di Ambon, Selasa, 27 Januari 2026
Menurutnya, tinggi gelombang 1.25 hingga 2.5 meter berpeluang terjadi di Perairan Utara P. Buru, Perairan Selatan P. Buru, Perairan Seram Bagian Barat, Perairan P. Ambon - P. Lease, Perairan Kep. Banda Neira, Perairan Kep. Kai, Perairan Utara Kep. Aru, Perairan Selatan Kep. Aru,
Perairan Barat Kep. Tanimbar, Perairan Timur Kep. Tanimbar, Perairan Kep. Babar, Perairan Kep. Sermata Kep. Leti, Perairan Wetar, Laut Banda, Laut Arafuru bagian barat, Laut Arafuru bagian tengah.
Dia mengimbau kepada masyarakat terutama para nelayan untuk menunda aktivitas melaut apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 m.
"Kepada pihak kapal tongkang juga, apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.5 meter, sebaiknya untuk menunda aktivitas. Karena ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran," ucapnya
Mujahidin mengaku, pola angin di wilayah Maluku umumnya bergerak dari arah Barat hingga Utara dengan kecepatan rata-rata 420 knot.
Kecepatan angin tertinggi mencapai ≥ 25 knot berpeluang terjadi di wilayah Perairan Kep. Babar, Perairan Kep. Sermata Kep. Leti, Perairan Wetar, Laut Banda, dan Laut Arafuru yang mampu meningkatkan ketinggian gelombang laut di wilayah perairan tersebut.
"Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jika kondisi laut tidak memungkinkan, sebaiknya aktivitas di laut ditunda," kata Mujahidin menambahkan
Masyarakat diharapkan terus memtau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat di masing-masing wilayah perairan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....