Ronny Loppies Bahas Evaluasi PESPARAWI Nasional di Palu
- 02 Okt 2026 20:43 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Forum Nasional Evaluasi PESPARAWI Nasional XIV dan Perencanaan Awal PESPARAWI Nasional XV Tahun 2029 menjadi momentum untuk mengevaluasi penyelenggaraan PESPARAWI Nasional XIV di Manokwari sekaligus menyusun arah awal penyelenggaraan PESPARAWI Nasional XV.
Forum yang berlangsung di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (2/10/2026), menghadirkan Ronny Loppies sebagai salah satu narasumber utama. Ia membahas evaluasi penyelenggaraan dan sistem penjurian PESPARAWI Nasional XIV, sekaligus menyampaikan sejumlah gagasan awal bagi pengembangan PESPARAWI Nasional XV Tahun 2029.
Ronny Loppies yang selama ini terlibat dalam pengembangan tata kelola kegiatan musik dan penjurian PESPARAWI nasional, menekankan pentingnya membangun ekosistem PESPARAWI yang semakin profesional, objektif, transparan, berintegritas dan berkelanjutan.
Menurut Ronny, evaluasi penyelenggaraan tidak cukup hanya melihat hasil akhir kompetisi. Evaluasi juga perlu mencakup proses penilaian, instrumen penilaian, kompetensi juri, konsistensi pemberian nilai, pengolahan data hingga mekanisme pengendalian kualitas penjurian.
Ia menilai pendekatan berbasis data penting diterapkan agar hasil penilaian dapat dipertanggungjawabkan secara akademik dan profesional, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya.
“PESPARAWI ke depan membutuhkan sistem penjurian yang tidak hanya menghasilkan nilai, tetapi juga menghasilkan data yang dapat dianalisis, dievaluasi, dan menjadi dasar pengembangan kualitas pembinaan musik gerejawi secara nasional,” ujar Ronny.
Selain mengevaluasi penyelenggaraan PESPARAWI Nasional XIV di Manokwari, forum di Palu juga mulai membahas perencanaan awal PESPARAWI Nasional XV Tahun 2029.
Perencanaan sejak dini dinilai penting agar berbagai kebutuhan dapat dipersiapkan secara lebih matang, mulai dari regulasi, kategori lomba, sistem penjurian, sumber daya manusia, infrastruktur, teknologi informasi, pembinaan peserta hingga strategi promosi.
PESPARAWI juga dapat dikembangkan tidak hanya sebagai ajang kompetisi musik gerejawi, tetapi menjadi bagian dari ekosistem budaya, pendidikan, ekonomi kreatif dan pariwisata di daerah penyelenggara.
Melalui evaluasi dan perencanaan yang dilakukan sejak awal, penyelenggaraan PESPARAWI Nasional XV diharapkan dapat memiliki tata kelola yang semakin terukur serta memberikan dampak yang lebih luas bagi pengembangan musik gerejawi dan potensi daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....