BMKG Ingatkan Warga Waspadai Ancaman Super El Nino Tahun Ini

  • 04 Agt 2026 16:39 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Maluku mengeluarkan surat himbauan kewaspadaan terhadap perkembangan musim kemarau serta fenomena El Nino kuat yang diprediksi berlangsung hingga kategori sangat kuat (supet El Nino atau El Nino Godzilla) pada tahun 2026. Himbauan tersebut ditujukan kepada Pemerintah Provinsi Maluku, pemerintah kabupaten/kota, serta instansi terkait.

Kepala Stasiun Klimatologi Maluku, Makhfu Hidayat, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis iklim dasarian III Juli 2026, anomali suhu muka laut di wilayah Nino 3.4 mencapai 1,59 yang menunjukkan kondisi El Nino kuat dan berpeluang meningkat menjadi El Nino sangat kuat dalam beberapa bulan ke depan.

Selain itu, indeks Dipole Mode atau IOD pada Juli 2026 masih berada pada fase netral dengan nilai 0,23. Namun kondisi tersebut diperkirakan bergerak menuju fase IOD positif pada periode September hingga Desember 2026 yang dapat memperkuat pengurangan curah hujan di sejumlah wilayah.

BMKG juga mencatat kondisi hari tanpa hujan di Maluku berada pada kategori sangat pendek hingga sangat panjang. Hari tanpa hujan terpanjang tercatat di Stasiun Meteorologi Kuffar Geser, Kabupaten Seram Bagian Timur, mencapai 53 hari. Sementara itu, curah hujan Juli 2026 secara umum berada pada kategori rendah dengan sifat hujan di bawah normal.

Untuk periode Agustus hingga November 2026, seluruh wilayah Maluku diprediksi mengalami curah hujan rendah hingga menengah dengan dominasi sifat hujan bawah normal. Kondisi ini menunjukkan peluang musim kemarau yang lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis.

BMKG menyebut seluruh wilayah Maluku saat ini telah memasuki musim kemarau 2026. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada September, dengan panjang musim kemarau di sebagian besar wilayah lebih panjang dari tiga dasarian.

Menyikapi kondisi tersebut, BMKG merekomendasikan sejumlah langkah mitigasi. Di sektor pangan, pemerintah dan petani diimbau menyesuaikan jadwal tanam serta memilih varietas tanaman yang tahan kekeringan dan membutuhkan lebih sedikit air.

Selain itu, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan sumber daya air, meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kebakaran hutan dan lahan, mengantisipasi gangguan kesehatan akibat penurunan kualitas udara, serta mengoptimalkan sektor perikanan melalui pemanfaatan informasi Zona Potensial Penangkapan Ikan dari BMKG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....