BMKG Ingatkan Potensi Karhutla di Maluku
- 09 Sep 2026 17:34 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon mengeluarkan peringatan dini potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Maluku. Peringatan tersebut berdasarkan Sistem Peringatan Kebakaran Hutan dan Lahan atau SPARTAN BMKG, yang diperbarui Rabu, 9 September 2026 pukul 10.20 WIT.
BMKG menyebutkan, tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di Maluku berada pada kategori Aman atau Low hingga Sangat Mudah atau Very High. Kondisi ini berkaitan dengan tingkat kekeringan bahan-bahan ringan yang mudah terbakar, seperti humus permukaan, dedaunan kering, alang-alang, dan material ringan lainnya.
Sementara itu, tingkat kemudahan terbakar pada lapisan menengah permukaan tanah berada pada kategori Tidak Mudah atau Moderate hingga Sangat Mudah atau Very High. Indikator ini menggambarkan kondisi kekeringan bahan organik pada kedalaman sekitar 5 hingga 10 sentimeter serta bahan kayu ringan seperti ranting dan semak belukar.
BMKG juga mencatat tingkat kemudahan penyebaran api apabila terjadi kebakaran di wilayah Maluku berada pada kategori Rendah atau Low hingga Sangat Tinggi atau Very High. Indeks ISI meningkat secara eksponensial terhadap kecepatan angin dan dapat meningkat dua kali lipat setiap kenaikan kecepatan angin sebesar 13 kilometer per jam atau 3,6 meter per detik.
Untuk tingkat intensitas api, Fire Weather Index atau FWI menunjukkan kategori Sedang atau Moderate hingga Sangat Tinggi atau Very High di wilayah Maluku. FWI sangat dipengaruhi oleh nilai ISI dan BUI sehingga kondisi cuaca dan lingkungan perlu menjadi perhatian dalam upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan.
BMKG mengingatkan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus memantau perkembangan cuaca serta kondisi lingkungan terkini dalam menentukan potensi kebakaran hutan dan lahan. Pemanfaatan informasi SPARTAN juga disarankan dilakukan dengan berkoordinasi bersama kementerian, dinas, dan lembaga terkait di daerah sebagai bagian dari upaya mitigasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....