Label Peringatan Dinilai Efektif Tekan Penyakit Menular
- 18 Sep 2026 06:35 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Sistem pelabelan pada bagian depan kemasan produk pangan kini menjadi perhatian utama dalam mendorong masyarakat memilih konsumsi yang lebih sehat. Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives menilai penggunaan label peringatan memiliki efektivitas lebih tinggi untuk menekan penyakit tidak menular dibanding model lainnya. Pernyataan ini disampaikan oleh Policy and Advocacy Specialist CISDI, Andi Muhammad Rezaldy, dalam sebuah diskusi publik di Jakarta Pusat.
Saat ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan berencana menerapkan model Nutri-Level yang membagi kategori pangan menggunakan huruf A, B, C, dan D beserta warna pembeda. Model tersebut bertujuan memberikan panduan pilihan yang lebih sehat bagi para konsumen saat membeli produk makanan maupun minuman. Namun, penyampaian informasi pada kemasan harus mempertimbangkan tingkat pemahaman masyarakat terhadap pesan yang ditayangkan.
Berdasarkan studi CISDI dan praktik di berbagai negara, label peringatan dianggap jauh lebih efektif dalam memberikan informasi kandungan gizi yang perlu diwaspadai. Sistem ini berbeda dengan model tingkatan karena langsung menyampaikan pesan utama secara transparan. Keterangan yang dicantumkan dapat berupa peringatan spesifik seperti tinggi gula, tinggi garam, atau tinggi lemak.
Secara visual, label peringatan memiliki bentuk simbol oktagonal berwarna hitam yang sangat menonjol. Bentuk dan warna yang kontras ini dirancang agar konsumen bisa langsung mengenali potensi risiko kesehatan dari produk tersebut. Hal ini dinilai lebih efektif menarik perhatian ketimbang pesan visual yang menggunakan Gradasi warna atau tingkatan huruf.
Penerapan label peringatan ini terinspirasi dari keberhasilan sejumlah negara di kawasan Amerika Latin. Negara-negara tersebut telah membuktikan bahwa kebijakan label peringatan mampu mengendalikan konsumsi pangan berisiko secara signifikan. Pesan yang tegas dan sederhana terbukti lebih mudah ditangkap serta diingat oleh masyarakat saat berbelanja.
Keunggulan lain dari model ini berada pada tingkat keterbacaan dan kemudahan pengenalan oleh publik. Banyak konsumen sering melewatkan angka perincian gizi atau kurang memahami arti dari label tingkatan Nutri-Level. Dengan keberadaan logo peringatan hitam yang jelas, kesadaran masyarakat saat memilih makanan dan minuman dapat meningkat.
Langkah penguatan informasi pada kemasan ini menjadi bagian penting dari upaya membangun lingkungan pangan yang lebih sehat di Indonesia. Dalam lingkup keluarga, informasi yang mudah dipahami sangat membantu para orang tua saat memilih asupan untuk anak-anak mereka. Kebijakan ini diharapkan tidak sekadar memberikan data kandungan, tetapi secara aktif membimbing masyarakat menuju pola hidup sehat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....