Teknologi Robotik Tingkatkan Presisi dan Keselamatan Operasi Medis

  • 22 Jul 2026 22:29 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Teknologi bedah berbantuan robot semakin berkembang dan mulai menjadi bagian dari layanan kesehatan modern di Indonesia. Penggunaan teknologi ini dinilai mampu meningkatkan ketepatan tindakan operasi, mempercepat pemulihan pasien, hingga mendukung keselamatan selama prosedur berlangsung.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu fokus dalam Siloam Robotic Summit 2026 yang digelar di Jakarta, Sabtu (18/7). Kegiatan ini mempertemukan dokter bedah, pakar teknologi medis, dan tenaga kesehatan untuk mendorong penerapan bedah robotik berstandar global di Indonesia, sekaligus memperkuat kolaborasi dan peningkatan kompetensi tenaga medis.

Dalam forum tersebut dijelaskan bahwa salah satu keunggulan utama teknologi robotik adalah tingkat presisinya yang sangat tinggi. Robot bedah mampu melakukan gerakan yang stabil hingga hitungan milimeter sehingga membantu dokter menangani prosedur yang membutuhkan ketelitian tinggi. Dengan kemampuan tersebut, risiko pengambilan jaringan secara berlebihan dapat diminimalkan.

Selain memberikan presisi lebih baik, teknologi robotik juga berfungsi sebagai alat pendukung bagi dokter, bukan sebagai pengganti tenaga medis. Teknologi ini membantu dokter melakukan tindakan yang kompleks dengan gerakan yang lebih stabil, sekaligus mendukung proses pembelajaran bagi dokter yang sedang mengembangkan keterampilan bedah.

Dilansir dari Kompas.com, manfaat bedah robotik juga terlihat pada proses pemulihan pasien. Luka operasi yang lebih kecil membuat risiko infeksi menjadi lebih rendah, sementara masa rawat inap di rumah sakit cenderung lebih singkat dibandingkan operasi konvensional.

Chief Medical Officer Siloam Hospitals, dr. Grace Frelita, mengungkapkan hasil evaluasi klinis internal menunjukkan pasien yang menjalani prosedur robotik memiliki rata-rata lama perawatan sekitar 4,5 hari, lebih singkat dibandingkan prosedur konvensional yang mencapai 6,2 hari. Dari sisi ketepatan tindakan, hampir seluruh operasi lutut berbantuan robot berhasil mencapai target keseimbangan sendi sesuai perencanaan operasi.

Keamanan pasien juga menjadi salah satu keunggulan teknologi ini. Berdasarkan evaluasi internal terhadap operasi lutut robotik, tidak ditemukan kasus infeksi maupun pasien yang harus menjalani perawatan ulang dalam 30 hari setelah operasi. Sejumlah penelitian internasional juga menunjukkan sistem bedah robotik mampu menurunkan risiko komplikasi pascaoperasi serta mengurangi kemungkinan tindakan beralih ke operasi terbuka.

Di sisi lain, berkembangnya layanan bedah robotik di Indonesia memberikan manfaat bagi masyarakat karena pasien tidak lagi harus bepergian ke luar negeri untuk mendapatkan layanan serupa. Kehadiran keluarga selama masa perawatan di dalam negeri juga dinilai memberikan dukungan psikologis yang berpengaruh terhadap proses penyembuhan pasien.

Saat ini Siloam Hospitals telah mengoperasikan tujuh sistem bedah robotik di Jakarta, Surabaya, Bali, dan Makassar untuk berbagai layanan, mulai dari ortopedi, urologi, bedah digestif, hingga bedah saraf. Pengembangan teknologi tersebut diharapkan semakin memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap layanan bedah modern yang lebih presisi, aman, dan efektif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....