Nyeri Dada Mendadak, Waspadai Gejala Diseksi Aorta

  • 18 Sep 2026 06:35 WIB
  •  Ambon


RRI.CO.ID, Ambon - Nyeri yang muncul secara tiba-tiba, terutama pada bagian dada atau punggung, tidak selalu berkaitan dengan gangguan kesehatan yang umum. Dalam kondisi tertentu, keluhan tersebut dapat menjadi tanda diseksi aorta yang membutuhkan penanganan medis segera.

Diseksi aorta merupakan kondisi ketika lapisan bagian dalam aorta, yaitu pembuluh darah terbesar dalam tubuh, mengalami robekan. Robekan tersebut dapat mengganggu aliran darah menuju jantung dan organ vital lainnya.

Kondisi ini tergolong jarang, tetapi dapat berkembang dengan cepat dan menjadi keadaan darurat yang mengancam jiwa. Karena itu, mengenali gejalanya menjadi penting, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko.

Menurut ahli bedah vaskular dari Texas Vascular Associates sekaligus Wakil Presiden Society for Vascular Surgery, William Shutze, gejala paling umum diseksi aorta adalah nyeri dada atau punggung yang muncul secara tiba-tiba dan terasa parah.

Selain nyeri dada dan punggung, terdapat sejumlah tanda lain yang perlu diperhatikan.

Pertama, nyeri perut. Keluhan ini dapat muncul ketika terjadi gangguan pada aorta. Karena nyeri perut juga dapat disebabkan berbagai kondisi lain, kemunculannya secara mendadak perlu diperhatikan, terutama jika disertai gejala lain.

Kedua, pingsan. Kondisi ini dapat terjadi bersamaan dengan gejala lainnya. Pingsan yang muncul secara tiba-tiba, khususnya disertai nyeri dada atau punggung, membutuhkan perhatian medis.

Ketiga, kolaps atau kelemahan pada kaki. Diseksi aorta dapat mengganggu aliran darah ke bagian tubuh tertentu. Kondisi tersebut dapat menyebabkan seseorang mengalami kelemahan pada kaki atau bahkan kesulitan menggerakkannya.

Keempat, kelumpuhan pada kedua kaki atau paraplegia. Kondisi ini merupakan bentuk yang lebih berat dari gangguan pada kaki dan terjadi ketika aliran darah yang menuju bagian tubuh tertentu terganggu.

Shutze mengingatkan bahwa diseksi aorta merupakan keadaan darurat medis. Penanganan yang cepat diperlukan karena kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan aliran darah ke jantung dan organ vital atau bahkan perdarahan internal.

Kenali Faktor Risikonya

Risiko diseksi aorta dapat meningkat pada orang dengan kondisi tertentu. Ahli jantung sekaligus Presiden Sukarelawan American Heart Association periode 2026–2027, Manesh R. Patel, menyebut tekanan darah tinggi dan aterosklerosis atau pengerasan arteri sebagai sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko.

Beberapa kelainan genetik pada jaringan ikat juga dapat meningkatkan risiko terjadinya aneurisma dan penyakit aorta, termasuk pada orang dewasa yang masih berusia muda.

Riwayat penggunaan tembakau serta adanya anggota keluarga yang pernah mengalami aneurisma atau diseksi aorta juga perlu menjadi perhatian.

Orang yang memiliki faktor risiko tersebut disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui risiko yang dimiliki dan mempertimbangkan pemeriksaan yang sesuai.

Apabila seseorang mengalami nyeri dada atau punggung yang muncul secara tiba-tiba dan parah, terlebih jika disertai pingsan, kelemahan kaki, atau kelumpuhan, segera mencari pertolongan medis merupakan langkah penting. Mengenali gejala dan bertindak cepat dapat membantu mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....