Dehidrasi Berat akibat Keracunan Makanan Bisa Ganggu Daya Ingat
- 16 Sep 2026 23:57 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon -Keracunan makanan umumnya diidentikkan dengan keluhan pada saluran pencernaan, seperti mual, muntah, dan diare. Namun, pada kondisi yang cukup parah, dampaknya tidak hanya terbatas pada perut. Kehilangan cairan dalam jumlah besar akibat muntah dan diare berulang dapat menyebabkan penderitanya mengalami dehidrasi berat.
Kondisi dehidrasi ini menjadi hal yang sangat perlu diwaspadai, terutama jika dialami oleh anak-anak. Anak-anak merupakan kelompok yang jauh lebih rentan mengalami komplikasi serius ketika tubuh mereka kekurangan cairan. Dampak yang ditimbulkan bahkan dapat meluas hingga memengaruhi kinerja organ vital.
Ahli Ilmu Gizi Universitas Kristen Maranatha Bandung, Prof. Dr. dr. Meilinah Hidayat, M.Kes., menjelaskan bahwa dehidrasi berat dapat memengaruhi kemampuan berpikir dan daya ingat. Saat tubuh kehilangan banyak cairan, volume darah ikut menurun sehingga pasokan oksigen yang mengalir ke otak menjadi terganggu.
Gangguan aliran oksigen tersebut secara khusus dapat memengaruhi kinerja hipokampus, yaitu bagian otak yang bertanggung jawab atas fungsi daya ingat. Selain itu, dehidrasi tingkat akut juga berpotensi memicu terjadinya penyusutan sementara (shrinkage) pada struktur otak, yang pada akhirnya menurunkan fungsi kognitif penderita.
Tak hanya kekurangan cairan, proses muntah dan diare berair (watery diarrhea) yang terjadi secara terus-menerus juga memicu timbulnya respons stres pada tubuh. Tekanan fisik yang berat tersebut menyebabkan melonjaknya hormon kortisol, yang mana kadar kortisol tinggi turut memberikan dampak buruk terhadap kemampuan memori.
Kelompok anak-anak dan lansia membutuhkan perhatian ekstra karena dehidrasi yang tidak segera ditangani dapat berakibat fatal. Oleh sebab itu, orang tua diimbau untuk tidak menganggap remeh gejala muntah atau diare yang berlangsung berulang kali pada anak demi mencegah penurunan volume cairan yang drastis.
Sebagai langkah pertolongan pertama, Prof. Meilinah menyarankan pemberian larutan oralit sebanyak yang mampu diminum oleh pasien untuk menggantikan cairan yang hilang. Apabila kondisi dehidrasi tergolong berat, penderita harus segera dibawa ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan penanganan medis secara cepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....