Dapur Katering BPPSDM Maluku Ditutup Imbas Kasus Keracunan Massal Peserta Latsar

  • 18 Sep 2026 07:26 WIB
  •  Ambon

Laporan Bertje Minanlarat

RRI.CO.ID, Ambon - Dinas Kesehatan Kota Ambon dan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku resmi mengeluarkan rekomendasi penutupan dapur serta penghentian produksi makanan bagi pihak ketiga yang mengelola katering di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) Provinsi Maluku. Kebijakan tegas ini diambil menyusul insiden keracunan makanan beruntun yang menimpa puluhan peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS.

Berdasarkan surat resmi Tim Gerak Cepat Dinas Kesehatan Kota Ambon dan Dinas Kesehatan Provinsi tertanggal 17 September 2026 yang ditujukan kepada Kepala BPPSDM Provinsi Maluku, total korban yang mengalami keracunan mencapai 49 orang. Dari hasil

temuan Investigasi Tim Gerak Cepat di lapangan menunjukan hasil yang membuka mata manajemen BPSDM Maluku penghasil tenaga ASN tersebut.

Keputusan penutupan ini didasarkan pada hasil investigasi lapangan yang dilakukan oleh Tim Gerak Cepat (TGC) Dinas Kesehatan Kota Ambon bersama Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dan peninjauan, ditemukan fakta bahwa kondisi sarana sanitasi kantin serta dapur yang digunakan untuk mengolah dan menyajikan makanan belum memenuhi syarat kesehatan.

Pihak ketiga atau Vendor yang sama tercatat telah melakukan dua kali pelanggaran atau insiden serupa, yakni pada kasus pertama tanggal 27 Agustus 2026 dan kasus kedua yang terjadi pada 16 September 2026.

Diketahui pula, pengelola katering tersebut belum memiliki standar Laik Hygiene Sanitasi Pangan (HSP). Poin Utama Tindakan Tegas Dinas Kesehatan dengan menutup Dapur dan Penghentian Produksi makanan oleh pihak ketiga dihentikan secara resmi terhitung mulai tanggal 17 September 2026.

Pihak pengelola diwajibkan menyelesaikan perbaikan sarana sanitasi secara menyeluruh. Pengelola juga harus memperbaiki personal hygiene (kebersihan perorangan) bagi para penjamah pangan sebelum kembali beroperasi.

Tembusan dari surat rekomendasi penutupan ini turut disampaikan kepada Walikota Ambon sebagai laporan resmi guna mengantisipasi jatuhnya korban lebih lanjut serta memastikan standar keselamatan pangan di fasilitas kediklatan terpenuhi.

Pantauan RRI di lapangan, pihak Vendor mulai menyediakan makanan kotak bagi peserta Latihan Dasar ( Latsar ) sejak pagi dan siang hari, tidak lagi seperti biasa. Salah satu staf yang ditemui juga mengakui adanya keracunan makanan pada Rabu ( 16/9 ) kemarin, namun enggan memberikan identitasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....