Kelainan Jantung Bawaan Tak Selalu Terlihat sejak Lahir
- 16 Sep 2026 23:53 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Bayi yang lahir dengan kondisi tampak sehat belum tentu terbebas dari kelainan jantung bawaan. Sebab, sebagian penyakit jantung bawaan tidak langsung menunjukkan gejala dan baru diketahui ketika bayi mulai tumbuh dan kebutuhan tubuhnya meningkat.
Setiap tahun, sekitar 50 ribu bayi di Indonesia diperkirakan lahir dengan kelainan jantung bawaan. Kondisi ini terjadi akibat adanya kelainan pada struktur jantung yang terbentuk sejak masa kehamilan.
Kelainan jantung bawaan bukan hanya satu jenis penyakit. Kondisinya dapat berupa lubang pada sekat jantung, kelainan katup, hingga posisi pembuluh darah besar yang tidak normal. Perbedaan jenis kelainan tersebut membuat gejala yang muncul pada setiap bayi juga dapat berbeda.
Pada sebagian bayi, kelainan jantung dapat terlihat sejak awal kelahiran. Tandanya antara lain warna kebiruan pada mukosa bibir atau lidah dan kesulitan bernapas. Namun, ada pula bayi yang terlihat sehat karena sistem peredaran darah masih mampu melakukan kompensasi untuk sementara waktu.
Seiring pertumbuhan, kebutuhan tubuh bayi terhadap oksigen dan aliran darah semakin meningkat. Pada fase ini, gejala kelainan jantung dapat mulai terlihat. Bayi misalnya menjadi lebih mudah lelah ketika menyusu, sering berhenti saat menyusu, bernapas lebih cepat, atau mengalami kesulitan menaikkan berat badan.
Tanda-tanda tersebut terkadang dianggap sebagai kondisi yang biasa dialami bayi. Padahal, apabila berlangsung terus-menerus, orangtua perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.
Skor Apgar Tidak Menjamin Kondisi Jantung
Bayi yang menangis kuat setelah lahir dan memiliki skor Apgar yang baik juga belum tentu terbebas dari kelainan struktur jantung.
Skor Apgar digunakan untuk menilai kondisi umum bayi pada menit-menit pertama setelah kelahiran. Pemeriksaan tersebut bukan pemeriksaan khusus untuk mendeteksi kelainan struktur jantung.
Karena itu, skrining jantung pada bayi baru lahir menjadi bagian penting dalam upaya mendeteksi penyakit jantung bawaan secara lebih dini. Salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah pengukuran saturasi oksigen pada tangan dan kaki bayi.
Pemeriksaan sederhana tersebut dapat membantu tenaga kesehatan mendeteksi kemungkinan penyakit jantung bawaan kritis. Deteksi lebih awal memungkinkan bayi mendapatkan pemeriksaan lanjutan dan penanganan yang sesuai.
Orangtua Perlu Mengenali Gejala
Kemajuan penanganan medis dalam dua dekade terakhir telah memberikan peluang yang lebih baik bagi anak dengan penyakit jantung bawaan. Jika diketahui dan ditangani sejak dini, anak dapat memperoleh perawatan sesuai jenis dan tingkat keparahan kelainannya.
Orangtua yang baru atau akan menyambut kelahiran anak dapat menanyakan kepada dokter atau bidan mengenai skrining jantung setelah bayi lahir.
Selain itu, orangtua perlu memperhatikan sejumlah tanda, seperti napas yang lebih cepat dari biasanya, bayi sering berhenti saat menyusu, berat badan sulit bertambah, atau muncul warna kebiruan pada mukosa bibir dan lidah.
Jika tanda-tanda tersebut ditemukan, pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan oleh tenaga kesehatan. Deteksi dini menjadi langkah penting agar kelainan jantung bawaan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....