Risiko Penyakit Pernapasan Meningkat di Usia 50 Tahun
- 29 Apr 2026 21:16 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Risiko penyakit pernapasan cenderung meningkat pada usia 50 tahun ke atas, terutama pada individu yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Hal ini terungkap dalam webinar “For the Reasons That Matter” yang diselenggarakan Pfizer Indonesia dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia 2026.
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Dirga Rambe, menjelaskan bahwa masih banyak orang yang tidak menyadari dirinya termasuk kelompok berisiko. Faktor usia di atas 50 tahun, ditambah adanya penyakit penyerta seperti diabetes, penyakit jantung, dan gangguan paru kronis, dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi pernapasan.
Menurutnya, infeksi seperti pneumonia, influenza, Covid-19, hingga RSV dapat menyerang lebih mudah pada kelompok ini. Namun, kesadaran masyarakat terhadap risiko tersebut masih tergolong rendah, sehingga banyak pasien baru mencari pertolongan medis saat kondisi sudah memburuk.
Dokter dari Singapura, dr. Lim Wee Peng, menambahkan bahwa penyakit pernapasan sering kali tidak menjadi perhatian utama karena gejalanya tidak selalu terlihat jelas pada tahap awal. Banyak orang tetap beraktivitas seperti biasa meski sudah mengalami gangguan ringan, sehingga cenderung menunda pemeriksaan.
Sementara itu, dokter spesialis penyakit infeksi dari Filipina, Dr. Karl Henson, menyoroti bahwa keterlambatan dalam mengambil keputusan kesehatan menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya risiko komplikasi. Ia menyebut, infeksi yang awalnya ringan dapat berkembang menjadi kondisi serius jika tidak ditangani sejak dini.
Pakar geriatri dari Malaysia, Prof. Tan Maw Pin, menjelaskan bahwa bertambahnya usia juga berkaitan dengan penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi serta memperlambat proses pemulihan saat sakit.
Selain berdampak pada paru-paru, infeksi pernapasan juga dapat memengaruhi organ lain seperti jantung. Oleh karena itu, para ahli mengingatkan pentingnya langkah pencegahan, deteksi dini, serta konsultasi rutin dengan tenaga medis, terutama bagi kelompok usia 50 tahun ke atas agar risiko komplikasi dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....