Sering Begadang? Ini Deretan Dampak Buruk yang Mengintai Kesehatan
- 12 Jun 2026 19:33 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Di tengah kesibukan pekerjaan, tugas kuliah, hingga kebiasaan menonton pertandingan sepak bola larut malam, banyak orang menganggap begadang sebagai hal yang biasa. Padahal, kebiasaan mengurangi waktu tidur dapat membawa berbagai dampak negatif bagi kesehatan fisik maupun mental yang sering kali tidak disadari sejak awal. Dilansir dari Alo Dokter, orang dewasa idealnya membutuhkan waktu tidur sekitar 7–9 jam setiap malam agar tubuh dapat berfungsi secara optimal.
Kurang tidur akibat begadang tidak hanya membuat seseorang merasa mengantuk dan lelah keesokan harinya. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit, seperti diabetes, obesitas, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung.
Salah satu efek yang paling sering terjadi adalah peningkatan berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering begadang cenderung lebih mudah mengalami kenaikan berat badan dibandingkan mereka yang memiliki waktu tidur cukup. Hal ini terjadi karena kurang tidur dapat mengganggu metabolisme tubuh sekaligus meningkatkan rasa lapar sehingga pola makan menjadi sulit dikendalikan.
Begadang juga dapat mempercepat proses penuaan dini. Saat tubuh kekurangan tidur, produksi hormon stres atau kortisol meningkat. Kondisi ini dapat merusak kolagen yang berperan menjaga elastisitas kulit. Akibatnya, kulit terlihat lebih kusam, kering, muncul kerutan lebih cepat, serta lingkaran hitam di bawah mata.
Selain memengaruhi penampilan, kurang tidur juga berdampak pada fungsi otak. Ketika tidur, otak melakukan proses regenerasi sel dan memperkuat daya ingat. Jika waktu tidur terus berkurang, kemampuan berkonsentrasi, mengingat informasi, dan berpikir jernih dapat menurun. Seseorang juga menjadi lebih mudah lupa dan sulit fokus saat beraktivitas.
Penurunan fungsi otak akibat begadang bahkan dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Daya nalar, kemampuan memecahkan masalah, serta tingkat kewaspadaan menjadi berkurang. Kondisi ini sangat berbahaya terutama bagi pengendara kendaraan atau pekerja yang membutuhkan konsentrasi tinggi dalam menjalankan tugasnya.
Dampak lain yang juga perlu diperhatikan adalah menurunnya gairah seksual atau libido. Kurang tidur membuat tubuh lebih mudah lelah, stres, dan kekurangan energi. Kombinasi faktor tersebut dapat menyebabkan berkurangnya minat untuk melakukan aktivitas seksual.
Dari sisi kesehatan mental, orang yang sering begadang diketahui lebih rentan mengalami gangguan tidur seperti insomnia. Dalam jangka panjang, risiko gangguan mental seperti depresi dan gangguan kecemasan juga dapat meningkat, terutama jika disertai gaya hidup tidak sehat seperti merokok, kurang olahraga, dan stres berkepanjangan.
Tak hanya itu, sejumlah penelitian juga menunjukkan adanya kaitan antara kebiasaan kurang tidur dengan peningkatan risiko kanker. Meski mekanismenya masih terus diteliti, para ahli menduga kondisi ini berhubungan dengan stres kronis dan kerusakan sel tubuh yang terjadi akibat kurangnya waktu istirahat.
Begadang juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Orang yang tidur kurang dari enam jam per malam cenderung lebih rentan terserang infeksi virus maupun bakteri. Selain itu, proses pemulihan saat sakit juga bisa berlangsung lebih lambat dibandingkan mereka yang memiliki waktu tidur cukup. Karena itu, memenuhi kebutuhan tidur setiap hari menjadi salah satu langkah sederhana namun penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....