Jangan Asal Sarapan, Penderita Diabetes Perlu Perhatikan Dua Hal Ini

  • 30 Agt 2026 09:05 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Sarapan menjadi salah satu waktu makan yang penting untuk mengawali aktivitas setelah tubuh tidak mendapat asupan selama tidur. Namun, bagi penderita diabetes, waktu dan menu sarapan perlu diperhatikan agar tidak memicu lonjakan kadar gula darah.

Tidak ada waktu sarapan yang berlaku sama bagi seluruh penderita diabetes. Kondisi gula darah sebelum makan, hormon, obat-obatan, aktivitas fisik, rasa lapar, hingga rutinitas harian dapat memengaruhi waktu sarapan yang paling sesuai.

Edukator perawatan dan pendidikan diabetes, Mary Lechner, RN, CDCES, yang telah hidup dengan diabetes tipe 1 selama lebih dari 25 tahun, mengatakan waktu sarapan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

Ia mengaku menentukan waktu sarapan berdasarkan rasa lapar dan kondisi gula darah, sehingga tidak selalu memaksakan diri untuk makan ketika belum merasa lapar.

Ahli gizi Lauren Plunkett, RDN, CDCES, menjelaskan kadar gula darah pada pagi hari dapat lebih reaktif akibat berbagai faktor fisiologis. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi hormon, asupan makanan, stres, serta aktivitas olahraga dan responsnya dapat berbeda pada setiap orang.

Karena itu, penderita diabetes sebaiknya tidak menjadikan waktu sarapan orang lain sebagai patokan mutlak. Respons tubuh terhadap makanan dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan waktu makan.

Ahli gizi Toby Smithson, M.S., RDN, CDCES, menyarankan penderita diabetes memantau kadar gula darah sebelum sarapan dan sekitar dua jam setelah makan. Pemantauan tersebut dapat membantu mengetahui apakah pola sarapan yang diterapkan sesuai dengan kondisi tubuh.

Jika kadar gula darah setelah makan berada di atas target yang telah ditentukan, pola makanan maupun aktivitas setelah sarapan dapat dievaluasi bersama tenaga kesehatan. Aktivitas ringan seperti berjalan setelah makan juga dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu mengelola kadar gula darah.

Selain waktu, isi piring saat sarapan juga menjadi hal yang penting. Pilihan makanan yang mengandung serat dan protein dapat membantu memberikan rasa kenyang sekaligus mendukung pengelolaan kadar gula darah.

Menu sarapan bagi penderita diabetes tidak harus selalu berupa makanan yang umum dikonsumsi pada pagi hari. Kacang-kacangan, sayuran, buah, dan sayuran hijau dapat menjadi pilihan karena mengandung serat yang baik bagi tubuh.

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah Diabetes Plate Method dari American Diabetes Association. Dalam metode ini, setengah piring diisi sayuran nontepung, seperempat bagian protein rendah lemak, dan seperempat lainnya karbohidrat berkualitas.

Dengan demikian, sarapan bagi penderita diabetes bukan sekadar persoalan makan pada jam tertentu. Memahami kondisi gula darah, mengenali respons tubuh, serta memilih kombinasi makanan yang sesuai menjadi bagian penting dalam menjaga pola makan.

Perubahan waktu makan, jenis makanan, aktivitas fisik, maupun penggunaan obat diabetes sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan. Penderita diabetes dianjurkan berkonsultasi dengan dokter, dietisien, atau edukator diabetes untuk menentukan pola makan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....