Kelebihan Berat Badan Anak Berisiko Tingkatkan Gangguan Mata

  • 22 Agt 2026 13:07 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Kelebihan berat badan pada anak selama ini lebih sering dikaitkan dengan risiko penyakit metabolisme serta gangguan jantung. Namun, penelitian terbaru menunjukkan anak dengan kelebihan berat badan dan obesitas juga memiliki risiko lebih tinggi terkena astigmatisme atau mata silinder.

Astigmatisme merupakan kondisi gangguan penglihatan akibat adanya kelainan pada kelengkungan kornea maupun lensa mata. Kondisi ini menyebabkan pandangan anak menjadi kabur atau tidak fokus saat melihat objek dekat maupun jauh.

Riset yang dipublikasikan dalam Canadian Journal of Ophthalmology ini menganalisis data lebih dari 22 ribu anak berusia 6 hingga 10 tahun. Para peneliti memantau kondisi kesehatan mata peserta selama lebih dari lima tahun berdasarkan indeks massa tubuh.

Hasil penelitian mencatat angka kejadian astigmatisme tingkat tinggi terus meningkat seiring bertambahnya berat badan anak. Persentase kasus tertinggi ditemukan pada kelompok anak yang mengalami obesitas.

Tim peneliti menghitung bahwa kelebihan berat badan dan obesitas menyumbang hingga 13,4 persen dari total kasus astigmatisme berat pada populasi studi. Meski demikian, para ahli menegaskan temuan ini baru menunjukkan hubungan keterkaitan dan bukan hubungan sebab-akibat secara langsung.

Guna mengantisipasi dampak gangguan penglihatan sejak dini, peneliti menyarankan agar anak dengan indeks massa tubuh tinggi mendapatkan pemantauan mata yang lebih intensif. Gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain anak sering menyipitkan mata, mata cepat lelah, serta sering mengeluh sakit kepala.

Orang tua dianjurkan rutin memeriksakan kesehatan mata anak ke dokter spesialis, terutama jika anak mulai mengeluhkan pandangan yang kabur. Deteksi dan koreksi dini sangat penting agar proses belajar serta tumbuh kembang anak tidak terganggu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....