WHO Pantau Varian Covid-19 PQ.16.1.1, Kasus Tinggi di Singapura

  • 18 Agt 2026 09:06 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan varian baru Covid-19 PQ.16.1.1 sebagai variant under monitoring (VUM) setelah proporsi kasusnya menunjukkan peningkatan signifikan di sejumlah negara, terutama Singapura.

Dalam laporan evaluasi risiko Technical Advisory Group on Virus Evolution (TAG-VE) WHO, varian tersebut mulai dipantau sejak 27 Juli 2026. WHO menyebut risiko kesehatan masyarakat tambahan yang ditimbulkan PQ.16.1.1 saat ini masih tergolong rendah secara global.

PQ.16.1.1 merupakan turunan dari NB.1.8.1 yang berasal dari garis keturunan Omicron JN.1. Varian ini pertama kali tercatat melalui sekuens yang dikumpulkan pada 25 Maret 2026 dan memiliki sejumlah mutasi tambahan pada protein Spike.

Berdasarkan data hingga 8 Juli 2026, sebanyak 457 sekuens PQ.16.1.1 telah dilaporkan dari delapan negara. Sebanyak 388 sekuens atau sekitar 84,9 persen dari total global berasal dari Singapura, sementara lainnya ditemukan di Hong Kong, Australia, Amerika Serikat, Kanada, Korea Selatan, Prancis, dan Taiwan.

Proporsi varian ini secara global meningkat dari 2,7 persen pada pekan epidemiologi ke-18 menjadi 29,6 persen pada pekan ke-25 tahun 2026. Di Singapura, peningkatannya lebih tajam, dari 12,6 persen menjadi 55,1 persen pada periode yang sama.

WHO menyebut profil mutasi PQ.16.1.1 berpotensi memberikan kemampuan tambahan untuk menghindari sistem kekebalan tubuh. Namun, hingga kini bukti langsung mengenai dampak fenotipe tersebut masih terbatas sehingga belum menunjukkan peningkatan risiko kesehatan masyarakat secara signifikan.

WHO juga mencatat tingkat positivitas tes Covid-19 di Singapura sempat meningkat dari 6,5 persen pada pekan ke-16 menjadi 19,8 persen pada pekan ke-19, sebelum kembali menurun. WHO menilai pola peningkatan tersebut masih konsisten dengan pola musiman yang terlihat pada 2024 dan 2025, meski periode kenaikannya kali ini berlangsung lebih singkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....