Vaksin HPV Jadi Kunci Cegah Risiko Kanker Serviks

  • 22 Jul 2026 22:30 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Kanker serviks masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar bagi perempuan di Indonesia. Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022, tercatat sebanyak 36.964 kasus baru kanker serviks, menjadikannya kanker terbanyak kedua pada perempuan setelah kanker payudara.

Di tengah tingginya angka tersebut, para ahli menegaskan bahwa vaksin Human Papillomavirus (HPV) merupakan langkah pencegahan paling efektif untuk menurunkan risiko kanker serviks. Vaksin ini bekerja dengan melindungi tubuh dari infeksi virus HPV yang menjadi penyebab utama kanker serviks.

Dilansir dari Kompas.com, Senior Consultant Medical Oncologist Parkway Cancer Centre Singapura, Dr. See Hui Ti, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada cara pencegahan yang lebih efektif dibandingkan vaksinasi HPV. Menurutnya, vaksin menjadi perlindungan utama yang dapat mencegah seseorang terinfeksi virus penyebab kanker serviks.

Dr. See menjelaskan, waktu terbaik untuk mendapatkan vaksin HPV adalah saat anak berusia 9 hingga 12 tahun, sebelum memiliki risiko terpapar virus. Pada usia tersebut, sistem kekebalan tubuh mampu membentuk perlindungan yang lebih kuat dan bertahan lebih lama dibandingkan jika vaksin diberikan saat dewasa.

Selain itu, tingginya cakupan vaksinasi sejak usia dini juga diyakini dapat mengurangi kebutuhan skrining kanker serviks di masa depan. Langkah ini sejalan dengan target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui strategi 90-70-90, yakni 90 persen anak perempuan menerima vaksin HPV sebelum usia 15 tahun, 70 persen perempuan menjalani skrining pada usia 35 dan 45 tahun, serta 90 persen penderita lesi pra-kanker maupun kanker mendapatkan penanganan yang tepat.

Tak hanya bagi perempuan, vaksin HPV juga dianjurkan untuk anak laki-laki. Hal ini karena virus HPV tidak hanya menyebabkan kanker serviks, tetapi juga berkaitan dengan sejumlah penyakit lain, termasuk kanker anus dan kutil kelamin. Vaksinasi pada laki-laki juga membantu menekan penyebaran virus di masyarakat sehingga turut melindungi perempuan dari risiko infeksi.

Bagi orang dewasa yang belum pernah menerima vaksin HPV, Dr. See menegaskan bahwa vaksinasi tetap memberikan manfaat. Meskipun efektivitasnya tidak setinggi saat diberikan pada usia muda, vaksin masih dapat membantu menurunkan risiko infeksi HPV bahkan hingga usia 45 tahun atau lebih, tergantung kondisi masing-masing individu.

Ia juga mengingatkan bahwa risiko infeksi HPV tidak berhenti ketika seseorang memasuki usia lanjut. Seiring bertambahnya usia, kemampuan sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi cenderung menurun sehingga risiko kanker yang berkaitan dengan HPV tetap dapat muncul, termasuk kanker serviks, kanker vagina, maupun kanker vulva.

Karena itu, selain menerapkan pola hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, vaksinasi HPV menjadi salah satu investasi penting untuk melindungi diri dari kanker serviks. Upaya pencegahan sejak dini dinilai menjadi langkah terbaik untuk menekan angka kejadian kanker serviks sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....